Rocky Gerung menyinggung pesan Presiden pertama RI, Soekarno, saat berbicara mengenai nasionalisme dalam forum RedTalks 2026 di Malang.

Menurutnya, Bung Karno memahami pemikiran Barat, tetapi tidak larut di dalamnya sehingga tetap menempatkan kepentingan bangsa sebagai pijakan utama.

>>> Peserta Tax Amnesty yang Tak Pulangkan Aset Bakal Diperiksa Pajaknya, Menkeu Pasang Tenggat hingga Akhir 2026

"Kita ingin menjadi ireng yang tidak menjadi londo. Bung Karno paham tentang kelondoan, tetapi dia tidak menjadi londo.

Karena itu, Bung Karno memastikan negeri ini harus mengikuti jalan kiri, bukan jalan kanan," ujar Rocky dalam RedTalks 2026 bertajuk Suara Muda untuk Jatim Keren: Indonesia Punya Kita, Nasionalisme Tanpa Batas Generasi di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026).

Menurut Rocky, pandangan tersebut menunjukkan keyakinan Soekarno bahwa Indonesia harus menempuh jalan yang berpihak kepada rakyat kecil.

Atas dasar itu, ia menilai gagasan Marhaenisme masih memiliki relevansi untuk menjaga semangat nasionalisme di tengah perkembangan zaman.

Rocky mengatakan nasionalisme tidak dapat disamakan dengan dinamika politik praktis yang terus berubah setiap periode kekuasaan.

Baginya, eksistensi sebuah partai politik bisa berganti, tetapi nasionalisme akan tetap hidup selama masyarakat masih menghendakinya.

"Sebuah partai itu mungkin hanya lima tahun. Setiap lima tahun bisa berada dalam kekuasaan atau bisa juga runtuh.

Tetapi nasionalisme akan tetap ada sepanjang kita menghendakinya. Kehendak itu tidak mungkin dibatalkan oleh tukar tambah politik," tuturnya.

Ia pun berharap semangat nasionalisme terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak memudar akibat perubahan zaman.

Rocky menilai forum yang digelar di Kota Malang dapat menjadi awal untuk menghidupkan kembali semangat Marhaenisme dalam kehidupan berbangsa.