Rocky juga menanggapi anggapan bahwa generasi muda mulai menjauh dari politik dan partai politik.

Menurutnya, penilaian tersebut kurang tepat karena anak muda sebenarnya masih memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa.

Ia berpandangan generasi muda saat ini tengah mencari alternatif yang mampu menjawab kegelisahan mereka.

>>> BNI Bantah Minta Siswa PIP Datang ke Cabang Pakai Ambulans

Kondisi tersebut muncul karena sebagian masyarakat kehilangan harapan terhadap masa depan dan mulai mengalami kelelahan secara mental.

Karena itu, Rocky menilai diperlukan arah baru dalam membangun nasionalisme yang mampu menjawab tantangan yang dihadapi anak muda.

Menurutnya, Marhaenisme masih menjadi gagasan yang relevan untuk dijadikan pijakan dalam kehidupan berbangsa.

"Dari Malang kita ingin memastikan ada arah baru nasionalisme agar kita tidak pernah lelah mengejarnya. Satu-satunya yang tersedia adalah Marhaenisme," pungkasnya.

RedTalks 2026 sebagai Ruang Dialog Terbuka

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menjelaskan RedTalks 2026 tidak hanya disiapkan sebagai forum diskusi yang berlangsung sekali.

Kegiatan tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang dialog yang terus hidup hingga tingkat akar rumput.

Menurut Deni, salah satu tujuan utama forum itu ialah mengubah pandangan bahwa partai politik merupakan ruang yang tertutup bagi generasi muda.

PDI Perjuangan Jawa Timur, kata dia, ingin menghadirkan politik yang lebih terbuka tanpa mengharuskan anak muda menjadi pengurus partai ataupun calon legislatif.

"Anak muda tidak harus menjadi struktur partai atau caleg. Yang kami buka adalah ruang-ruang diskusi agar masukan mereka bisa kami tampung dan dijadikan program-program perjuangan," ujarnya.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun dari forum tersebut tidak akan berhenti sebagai bahan diskusi semata.

Berbagai masukan akan dirumuskan menjadi kebijakan internal maupun menjadi bahan perjuangan kader partai di lembaga legislatif dan eksekutif.

RedTalks 2026 diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bekerja sama dengan detikcom di Malang Creative Center.

Kegiatan itu dihadiri aktivis, pegiat organisasi masyarakat, komunitas, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya.

>>> Kill Team Exodite: Kampanye Koperasi yang Lebih Menarik dari Dinosaurus

Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lintas bidang, termasuk komedian Abdel Achrian, akademisi Universitas Airlangga Dr. Suko Widodo, Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Qintharra Ulya Yassifa, budayawan sekaligus sejarawan Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono, serta perwakilan organisasi mahasiswa.