Saat Kill Team: Exodite diumumkan, banyak penggemar langsung tergila-gila pada penunggang dinosaurusnya. Dan itu wajar—peri luar angkasa di atas velociraptor mirip naga memang suguhan yang luar biasa.

Namun, daya tarik terbesar dari set kotak ini justru tersembunyi di balik kavaleri Aeldari tersebut.

>>> Trump Sampaikan Pidato Kritis di Makan Malam Wartawan Gedung Putih yang Dijadwalkan Ulang

Yang sesungguhnya menjadi permata adalah kampanye singleplayer atau co-op yang jauh lebih mendalam dari yang diperkirakan.

Meski tidak akan menggulingkan Warhammer Quest: Darkwater, Kill Team: Exodite terasa lebih mirip board game terbaik daripada yang dibayangkan.

Eksodit adalah Aeldari isolasionis yang melarikan diri ke "dunia gadis" sebelum runtuhnya peradaban mereka. Mereka terkenal karena menunggangi dinosaurus (atau "naga" menurut sebutan mereka) ke medan perang.

Dalam set ini, pemain mendapatkan tiga penunggang dinosaurus plus beberapa dinosaurus pendukung emosional. Tim Kill ini akan berhadapan dengan Beast Snagga Boyz—Orc yang gemar berburu.

Kampanye Bercabang yang Imersif

Seperti yang diduga, kedua pihak berada di jalur tabrakan. Orc ingin berburu satwa liar di dunia gadis, sementara Dragon Master Eksodit terikat untuk melindungi planet-planet tersebut.

Tidak ada solusi damai, sehingga pemain harus menunggangi kuda naga untuk mengusir penjajah Orc dalam kampanye misi yang luas.

Orc dikendalikan oleh matriks perilaku cerdas, sehingga tidak perlu pemain lain untuk mengendalikannya.

>>> Burger King Luncurkan Peran Your Way Champion dan Whopper Guarantee di AS

Mirip dengan Armageddon, kotak peluncuran edisi terbaru Warhammer 40K, Kill Team: Exodite berhasil membuat pemain merasa bahwa beban seluruh dunia ada di pundak mereka.

Banyak waktu dihabiskan untuk membangun latar dunia gadis yang diinvasi Orc, dan kampanye itu sendiri memiliki jalur bercabang berdasarkan pendekatan yang diambil atau keberhasilan pemain.