Defisit perdagangan barang dan jasa Amerika Serikat menyusut 1,2 persen menjadi US$55,9 miliar pada April 2026.

Angka ini sedikit lebih rendah dari estimasi ekonom dalam survei Bloomberg yang memproyeksikan defisit sebesar US$56,1 miliar.

>>> Mathew Baker Segera Perkuat Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF

Nilai ekspor AS naik 2,6 persen pada April, didorong lonjakan pengiriman minyak mentah sebesar 60 persen serta produk minyak bumi lainnya.

Sementara itu, nilai impor meningkat 2 persen yang dipimpin oleh komoditas komputer dan semikonduktor.

Peningkatan ekspor minyak dipicu oleh ketegangan geopolitik akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz yang mengganggu pasokan global.

Produsen AS meningkatkan volume pengiriman untuk mengisi kekurangan pasokan hingga mencetak rekor tertinggi dalam sejarah.

Lonjakan ekspor produk minyak bumi membantu mengimbangi kenaikan impor barang modal untuk pembangunan pusat data. Impor komputer, peralatan telekomunikasi, dan semikonduktor melonjak 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Aktivitas perdagangan bulanan juga dipengaruhi oleh langkah perusahaan AS yang mulai menimbun barang.

>>> Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Terkait Penipuan Layanan Haji

Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan harga terkait perang serta ketidakpastian kebijakan tarif baru minimal 10 persen yang diusulkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Defisit perdagangan barang AS dengan Meksiko menyempit berkat rekor ekspor tertinggi, sedangkan defisit dengan Kanada justru melebar.

Kondisi serupa terjadi pada perdagangan dengan China yang menunjukkan penyempitan defisit, sementara defisit dengan Vietnam melebar akibat pergeseran rantai pasok global.

Di sisi lain, sektor jasa mengalami tekanan.

Ekspor jasa perjalanan atau pengeluaran wisatawan asing di AS merosot ke level terendah dalam waktu lebih dari dua tahun.

>>> Kementerian Haji Tindak Tegas Penipuan Badal dan Dam di Makkah

Secara keseluruhan, setelah disesuaikan dengan faktor inflasi, total defisit perdagangan barang AS menyempit menjadi US$84,3 miliar pada April 2026.