TBIG Optimistis Bisnis Menara Telekomunikasi Tumbuh Positif pada 2026
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memproyeksikan bisnis menara telekomunikasi kembali bertumbuh positif pada tahun 2026.
Optimisme ini muncul seiring meredanya dampak konsolidasi operator telekomunikasi yang sempat menekan industri sepanjang tahun 2025.
>>> 5 Fakta Menarik Jelang Laga Timnas Indonesia Vs Mozambik
Perseroan mencatat proses penggabungan operator seperti Smartfren dan XL menjadi XLSmart memicu pembongkaran sejumlah menara yang berdekatan.
Meski terjadi pengurangan penyewaan, pembangunan infrastruktur baru oleh emiten menara ini tetap berjalan secara beriringan.
"Kami sudah melewati tahun 2025 dengan jumlah dismantle yang cukup signifikan. Namun pada saat yang sama terdapat pembangunan tower baru," ujar Herman Setya Budi, Presiden Direktur TBIG.
Jika melihat presentasi sebelumnya, memang terdapat pengurangan tenancy pada 2025, tetapi pembangunan tower baru justru meningkat.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Pihak manajemen meyakini penurunan dampak konsolidasi akan memulihkan permintaan dari para operator telekomunikasi pada tahun ini.
Selain itu, potensi pertumbuhan baru juga didorong oleh perluasan layanan Fixed Wireless Access (FWA) serta percepatan implementasi jaringan 5G di tanah air.
"Kita mengetahui bahwa FWA sudah berkembang sejak tahun lalu.
>>> DEN Laporkan Hasil Survei Makan Bergizi Gratis ke Presiden Prabowo
Salah satu pemain utama adalah Surge (WIFI) dan juga MyRepublic yang telah memperoleh spektrum 1.400 MHz," kata Herman.
Kedua pemain ini berpotensi melakukan rollout internet berbasis Fixed Wireless Access.
Faktor teknologi 5G turut dipandang menjadi katalis positif bagi keberlanjutan laju bisnis infrastruktur perusahaan ke depan.
Kendati demikian, kinerja keuangan perseroan pada awal tahun ini masih menunjukkan adanya tekanan imbas dari dinamika pasar tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, TBIG mengantongi pendapatan sebesar Rp 1,71 triliun.
Angka tersebut mengalami penurunan tipis sekitar 0,79 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan capaian kuartal I-2025 yang bernilai Rp 1,73 triliun.
Kondisi penurunan ini juga berimbas pada perolehan keuntungan bersih perusahaan pada triwulan pertama tahun ini.
>>> Baterai SLA Motor Listrik Murah Rentan Rusak Tanpa BMS
Laba periode berjalan TBIG tercatat berada di angka Rp 405,61 miliar pada kuartal I-2026, menyusut 5,61 persen YoY dari posisi periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 429,23 miliar.
Update Terbaru
BRI Sambut Positif Kenaikan BI Rate Jadi 5,50 Persen
Selasa / 09-06-2026, 21:20 WIB
Timnas Indonesia Ungguli Mozambik Lewat Gol Ole Romeny pada FIFA Matchday 2026
Selasa / 09-06-2026, 21:19 WIB
John Herdman Rombak Lini Belakang Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Selasa / 09-06-2026, 21:16 WIB
Dian Swastatika Sentosa Percepat Diversifikasi ke EBT dan Digital
Selasa / 09-06-2026, 21:16 WIB
4 Band Indonesia Ikonik dengan Topeng dan Riasan Wajah Nyentrik
Selasa / 09-06-2026, 21:16 WIB
Park Jihoon di KL Fancon RE:FLECT: Kembali Setelah 8 Tahun, Seperti Pulang ke Rumah
Selasa / 09-06-2026, 21:13 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di FIFA Matchday Jakarta
Selasa / 09-06-2026, 21:13 WIB
Timnas Indonesia Ungguli Mozambik 1-0 Berkat Gol Ole Romeny
Selasa / 09-06-2026, 21:13 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di FIFA Matchday 2026
Selasa / 09-06-2026, 21:12 WIB
Nova Arianto Dukung Promosi Mathew Baker ke Timnas Senior
Selasa / 09-06-2026, 21:12 WIB
Pemerintah Longgarkan Target Batu Bara, Industri Alat Berat Optimistis
Selasa / 09-06-2026, 21:12 WIB
George Brown Ultimatum PSBS Biak soal Tunggakan Gaji Empat Bulan
Selasa / 09-06-2026, 21:12 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di FIFA Matchday 2026
Selasa / 09-06-2026, 21:08 WIB
Raja Isa Soroti Taktik Provokasi Timnas Vietnam U-19
Selasa / 09-06-2026, 21:08 WIB






