Tekanan biaya bahan baku impor akibat pelemahan rupiah dan konflik geopolitik global mendorong PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGRA) berinovasi.

Perusahaan yang bergerak di sektor kemasan farmasi ini mengembangkan kemasan pouch atau kantong plastik yang dapat digunakan berulang kali.

>>> PPIH Arab Saudi Raih Penghargaan Pengelolaan Dam Jemaah Haji

Direktur IGRA Hiroaki Emoto mengungkapkan bahwa perusahaan tengah memproduksi pouch yang dilengkapi spout atau corong. Langkah ini merupakan bagian dari diversifikasi produk sekaligus upaya efisiensi biaya.

"Sementara ini yang kita lakukan contohnya dengan membuat pouch atau kantong plastik yang ada spoutnya," ujar Hiroaki di Bekasi, Selasa (9/6/2026).

Menurut Hiroaki, IGRA sudah memiliki fasilitas dan peralatan yang memadai untuk mendukung produksi kemasan tersebut. Perusahaan bahkan berencana menambah mesin produksi dalam waktu dekat untuk memperkuat kapasitas manufaktur.

>>> Pelemahan Rupiah Kerek Harga Obat Bebas di Apotek Jakarta

Pengembangan produk baru ini menjadi strategi andalan perusahaan untuk menjaga efisiensi. Apalagi, harga bahan baku kemasan melonjak karena sebagian besar masih bergantung pada pasokan impor.

"Yang kita lakukan sekarang setidaknya walaupun harga raw material atau bahan naik dan dolar pun naik, itu kita nanti tetap mengambil margin yang seharusnya kita ambil," ucap dia.

Perkuat Fokus pada Segmen Pasar Farmasi

Selain mengembangkan pouch, IGRA juga mengupayakan produksi kantong infus secara mandiri. Proses ini memanfaatkan peralatan produksi yang telah disiapkan sebelumnya.

>>> Cici Faramida Rilis Ulang Lagu Jangan Tunggu Lama-Lama, Gandeng Rizal Mantovani

Ke depan, perseroan berkomitmen memperkuat fokus bisnis pada segmen kemasan farmasi. Manajemen IGRA menargetkan komposisi bisnis sekitar 90% untuk sektor pharmaceutical dan 10% untuk non-pharmaceutical.