Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan perkembangan kondisi ekonomi terkini kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan ini merupakan bagian dari laporan berkala yang dilakukan setiap bulan atau setiap lima minggu sekali. Luhut menegaskan tidak ada jadwal tetap yang mengikat.

>>> Gubernur Malut Ungkap Krisis Fiskal Gaji PPPK di DPR

"Nggak ada jadwal. Ya, kita melaporkan apa aja tiap Dewan Ekonomi tiap bulan atau tiap 5 minggu gitu," kata Luhut.

Dalam laporan tersebut, DEN juga membahas respons terhadap kebijakan moneter terbaru, termasuk kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate.

Menurut Luhut, kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia justru berdampak positif bagi stabilitas perekonomian domestik.

"Kan bagus, ngerem anu," ucap Luhut.

>>> Pemerintah Hapus Minyakita dari Program Bantuan Pangan Nasional

Luhut juga menepis anggapan publik bahwa kebijakan peningkatan BI Rate diambil secara mendadak. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih dalam kondisi sangat baik.

"Ngak. Bagus-bagus kok, ekonomi kita, fundamental masih oke," ujar Luhut.

Meski indikator domestik menunjukkan performa kuat, DEN mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap tantangan global. Luhut menyoroti ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memberikan tekanan eksternal.

"Tapi memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, perang Hormuz ini masih berkelanjutan," tandas Luhut.

>>> Ariana Grande dan Ethan Slater Dikabarkan Putus Setelah Tiga Tahun Pacaran

Pemerintah terus memantau dinamika global secara ketat untuk mengantisipasi dampak negatif konflik tersebut, sehingga target pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.