Rasio Klaim JKN Tembus 108,72 Persen, BPJS Kesehatan Defisit
Rasio klaim Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 108,72 persen per April 2026. Angka ini menunjukkan beban biaya pelayanan kesehatan lebih besar dibanding pendapatan iuran.
Data tersebut disampaikan dalam rapat kerja BPJS Kesehatan bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).
>>> Padukan Baju Coklat dengan Pilihan Warna Celana Ini Agar Tampil Modis
Hingga April 2026, dana yang dihabiskan untuk pelayanan medis mencapai Rp 65,03 triliun, sementara iuran yang masuk hanya Rp 59,8 triliun.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengakui kondisi keuangan yang minus ini merupakan masalah berulang. Menurutnya, rasio klaim di atas 100 persen sudah terjadi sejak awal penyelenggaraan JKN.
"Secara histori, sejak awal penyelenggaraan JKN, rasio klaim program JKN telah berada di atas 100%. Hal ini menunjukkan tingginya tekanan antara pendapatan dan biaya pelayanan kesehatan," kata Prihati.
Setelah sempat membaik pada 2019, rasio klaim kembali meningkat pada 2023 dan mencapai 108,72 persen pada April 2026.
Prihati menegaskan tren ini mengancam ketahanan dana jaminan sosial nasional jika tidak segera diintervensi.
>>> Pemimpin Tertinggi Afghanistan Larang PNS Gunakan Ponsel Pintar
Strategi Penyeimbangan Keuangan
BPJS Kesehatan menerapkan strategi pengetatan pengeluaran dan optimalisasi penerimaan. Langkah penyeimbangan dilakukan melalui peningkatan kepatuhan badan usaha, rekrutmen peserta baru, reaktivasi anggota pasif, serta digitalisasi penagihan.
Manajemen mengklaim intervensi eksternal pada sektor pendapatan berhasil menambah kas organisasi sebesar Rp 2,3 triliun sepanjang 2025.
"Optimalisasi pendapatan iuran melalui peningkatan kepatuhan badan usaha, rekrutmen dan reaktivasi peserta, penguatan penagihan, serta pemanfaatan teknologi digital menghasilkan tambahan pendapatan Rp 2,3 triliun pada tahun 2025," tutur Prihati.
Selain mendongkrak pendapatan, pengendalian internal juga menyasar efisiensi sistem rujukan berjenjang dan pengetatan verifikasi klaim dari fasilitas kesehatan.
Penguatan layanan kesehatan primer diklaim mampu memangkas potensi pengeluaran yang tidak perlu di tingkat lanjutan.
>>> Tiga Emiten Cairkan Dividen Saham Tahun Buku 2025 Hari Ini
"Upaya tersebut berkontribusi pada optimalisasi biaya manfaat sebesar Rp 13,18 triliun pada tahun 2025," tutup Prihati.
Update Terbaru
Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Negeri Sumut 2026 Dibuka, Ini Jalur dan Jadwalnya
Selasa / 09-06-2026, 17:20 WIB
Prabowo Panggil Luhut dan Chatib Basri ke Istana di Tengah Isu Reshuffle
Selasa / 09-06-2026, 17:20 WIB
Daftar Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco per 9 Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 17:19 WIB
Rupiah Menguat 129 Poin ke Rp 18.058 per Dolar AS
Selasa / 09-06-2026, 17:17 WIB
Itel A200 Resmi di Indonesia, Desain Mirip iPhone 17 Pro Harga Mulai Rp1,5 Juta
Selasa / 09-06-2026, 17:17 WIB
4 HP di Bawah Rp3 Juta Pilihan David GadgetIn, Mana Juaranya?
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Pengembang Tiongkok Jual Apartemen Lantai 34 pada Gedung 32 Lantai
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Kementerian ESDM Resmikan Operasional Pipa Gas Cisem II
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Indosat Integrasikan AI ke Jaringan 5G untuk Perluas Akses ke Desa
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Kredibilitas Fiskal Domestik Picu Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 17:16 WIB
Real Madrid Desak UEFA Cabut Gelar Juara Barcelona Akibat Kasus Negreira
Selasa / 09-06-2026, 17:13 WIB
Mobil Buatan Jepang dan Korea Selatan Bisa Dapat Status 'Made in EU'
Selasa / 09-06-2026, 17:13 WIB
Florentino Perez Desak UEFA Cabut Gelar Juara Barcelona
Selasa / 09-06-2026, 17:13 WIB
Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Bahasa Italia yang Unik dan Penuh Doa
Selasa / 09-06-2026, 17:12 WIB






