Pemimpin Tertinggi Afghanistan Larang PNS Gunakan Ponsel Pintar
Pemimpin Tertinggi Afghanistan, Hibatullah Akhundzada, mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan ponsel pintar.
Kebijakan ini pertama kali diungkapkan oleh portal berita Afghanistan International, yang merujuk pada dokumen resmi dari Kementerian Kehakiman Afghanistan.
>>> Tiga Emiten Cairkan Dividen Saham Tahun Buku 2025 Hari Ini
Perintah tersebut tidak hanya bersifat imbauan, tetapi diimplementasikan secara penuh dengan pengawasan ketat dari jajaran pejabat di pengadilan militer.
Para pejabat militer diinstruksikan untuk memantau kepatuhan para pegawai dan melaporkannya langsung kepada pucuk pimpinan negara.
Pemerintah telah menyiapkan daftar kendali khusus yang mencatat data rinci setiap personel yang diawasi.
Data yang dicatat meliputi nama, jabatan, lokasi tugas, operator seluler, dan nomor telepon yang digunakan pegawai.
Langkah ini memperluas cakupan pembatasan perangkat digital di Afghanistan. Sebelumnya, Kementerian Pendidikan telah melarang siswa membawa ponsel pintar ke sekolah maupun madrasah.
>>> Grab Tambah Armada Kendaraan Listrik untuk Tekan Biaya Operasional
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai sanksi bagi pelanggar. Namun, arahan ini menandai langkah tegas pemerintah dalam mengontrol penggunaan teknologi di ruang publik.
Kebijakan ini mencerminkan upaya otoritas dalam mengelola arus informasi dan teknologi demi mengonsolidasikan kontrol pemerintahan.
Dalam perspektif keamanan, pembatasan ponsel pintar oleh pejabat publik dan pelajar sering dikaitkan dengan upaya meminimalisir penyebaran data sensitif.
Langkah ini juga bertujuan mengurangi distraksi terhadap kegiatan kedinasan serta membentengi masyarakat dari pengaruh konten luar yang tidak selaras dengan kebijakan nasional.
Keputusan mencatat data perangkat secara rinci menunjukkan aspek pengawasan menjadi elemen krusial dalam administrasi pemerintahan saat ini.
>>> Lenovo Rilis Perangkat Edisi Terbatas FIFA World Cup 2026 di Indonesia
Tren pembatasan perangkat pintar di lingkungan birokrasi dan pendidikan ini mengindikasikan prioritas pemerintah dalam menjaga disiplin serta membatasi ketergantungan pada teknologi.
Update Terbaru
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 26 Juli - 2 Agustus 2026
Sabtu / 25-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 26 Juli - 2 Agustus 2026
Sabtu / 25-07-2026, 04:00 WIB
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







