Masyarakat Jawa setiap tahun menantikan datangnya malam 1 Suro. Momen ini dianggap sakral dan memiliki makna spiritual mendalam bagi yang merayakannya.

Pergantian tahun dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Berdasarkan kalender Jawa dan Hijriah, 1 Suro 1959 Jawa jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

>>> Pemerintah Perpanjang Bansos Beras untuk 33,2 Juta Keluarga

Karena pergantian hari dalam tradisi Jawa dimulai setelah matahari terbenam, malam 1 Suro sudah dimulai sejak Senin malam, 15 Juni 2026.

Masyarakat yang ingin melaksanakan tirakatan dapat melakukannya pada malam tersebut.

Tradisi dan Makna Malam 1 Suro

Dalam budaya Jawa, malam 1 Suro sering dianggap sebagai waktu untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Momen ini diisi dengan memanjatkan doa agar diberikan keselamatan dan keberkahan di tahun baru.

Banyak masyarakat mengurangi kegiatan hura-hura dan lebih mengutamakan kegiatan spiritual. Langkah ini diambil untuk menjaga kesakralan malam pergantian tahun.

>>> Mentan Dorong Percepatan Ekspor Perkebunan Manfaatkan Pelemahan Rupiah

Di sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, serta berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, malam 1 Suro identik dengan kirab pusaka dan tapa bisu.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun.

Penanggalan Jawa Juni 2026

Berikut adalah data penanggalan Jawa, kalender Masehi, dan kalender Hijriah sepanjang bulan Juni 2026.

Awal bulan Juni: 1 Juni 2026 (Senin Wage, 15 Dzulhijjah 1447), 2 Juni (Selasa Kliwon, 16 Dzulhijjah), 3 Juni (Rabu Legi, 17 Dzulhijjah), 4 Juni (Kamis Pahing, 18 Dzulhijjah), 5 Juni (Jumat Pon, 19 Dzulhijjah), 6 Juni (Sabtu Wage, 20 Dzulhijjah), 7 Juni (Ahad Kliwon, 21 Dzulhijjah), 8 Juni (Senin Legi, 22 Dzulhijjah), 9 Juni (Selasa Pahing, 23 Dzulhijjah), 10 Juni (Rabu Pon, 24 Dzulhijjah), 11 Juni (Kamis Wage, 25 Dzulhijjah), 12 Juni (Jumat Kliwon, 26 Dzulhijjah), 13 Juni (Sabtu Legi, 27 Dzulhijjah), 14 Juni (Ahad Pahing, 28 Dzulhijjah), 15 Juni (Senin Pon, 29 Dzulhijjah).