Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan arah kebijakan fiskal tahun anggaran 2027 yang difokuskan pada delapan klaster program prioritas nasional.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

>>> Malam 1 Suro 2026 Jatuh pada 15 Juni Malam, Ini Jadwal dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Purbaya menjelaskan bahwa APBN tahun depan akan berfungsi sebagai instrumen utama untuk mempercepat transformasi ekonomi dan pembangunan nasional di samping menjaga kesehatan fiskal negara.

"Kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat," ujar Purbaya.

Delapan Klaster Prioritas Nasional

Kebijakan fiskal tahun depan akan difokuskan pada pembiayaan delapan klaster prioritas nasional dan satu klaster pendukung yang mencakup total 60 program kerja pemerintah.

Delapan klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

Sektor pendukung disiapkan untuk menguatkan pertahanan, keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi agar program prioritas berjalan efektif.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga APBN yang sehat melalui optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, dan inovasi pembiayaan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dengan target pendapatan negara 11,82%-12,40% dari PDB dan belanja negara 13,62%-14,80% dari PDB.

>>> NotebookLM Dapatkan Gemini 3.5 dengan AI Agen dan Penalaran Lanjutan