Salah satu strategi yang dieksekusi adalah mengoptimalkan imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara sesuai mekanisme pasar.

Pengelolaan kas negara juga disepakati untuk tetap ditempatkan di bank sentral agar likuiditas pasar terjaga. Langkah ini diharapkan mendukung stabilitas pergerakan nilai tukar secara berkesinambungan.

"Koordinasi fiskal-moneter yang sudah kuat selama ini terus akan diperkuat dari waktu ke waktu dan dilakukan secara berkesinambungan untuk saling mendukung dan seirama dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry.

Untuk mematangkan stabilitas makroekonomi, otoritas moneter menetapkan empat langkah tambahan.

Langkah tersebut termasuk menaikkan struktur suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan, serta memberikan insentif pemotongan biaya hedging swap sebesar 10 persen bagi investor asing.

"Sementara itu, penentuan tingkat swap yang reguler tetap terus diberikan Bank Indonesia sesuai mekanisme pasar yang berlaku," kata Perry.

Fasilitas lelang repo untuk tenor 3 hingga 12 bulan bagi sektor perbankan kembali dibuka untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar uang.

>>> Christian Eriksen Pingsan Akibat Kejutan ICD, Kondisi Kini Membaik

BI juga mengintensifkan operasi moneter melalui lelang SRBI dua kali sepekan serta intervensi langsung di pasar valas melalui transaksi spot, DNDF, dan NDF luar negeri.