Wasit asal Somalia Omar Abdulkadir Artan dipastikan batal memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk oleh pemerintah Amerika Serikat.

Penolakan terjadi pada akhir pekan sebelum turnamen dimulai Jumat (12/6/2026). Artan yang dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025 itu gagal melewati pemeriksaan imigrasi.

>>> 50 Pertanyaan Edukasi untuk Cegah Bullying di Sekolah dan Lingkungan

FIFA menegaskan tidak memiliki wewenang atas kebijakan imigrasi negara tuan rumah.

"Kami telah diberi tahu bahwa status Tuan Artan tidak akan berubah untuk saat ini," ujar juru bicara FIFA, Senin (9/6/2026).

Artan menunjukkan sikap lapang dada. Ia berterima kasih kepada FIFA dan CAF atas dukungannya.

"Saya berjanji akan terus menjaga kualitas kepemimpinan saya sebagai wasit," katanya dalam pernyataan tertulis.

>>> Ribuan Penyandang Disabilitas Nobar Film Inklusif di Tujuh Kota

Ia juga mendoakan rekan-rekannya sukses di Piala Dunia. "Saya berharap dapat bergabung kembali pada kompetisi berikutnya," tambahnya.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mencatat seorang warga Somalia terbang dari Istanbul dan mendarat di Bandara Miami pada Sabtu (7/6/2026).

Penumpang itu dilarang masuk setelah pemeriksaan tambahan.

Pihak berwenang AS tidak merinci alasan penolakan. "Penentuan kelayakan masuk dilakukan berdasarkan kasus per kasus dengan mempertimbangkan data keamanan nasional," kata CBP.

>>> Kemensos Buka 3.053 Formasi Guru Sekolah Rakyat 2026 untuk PPPK

Penolakan ini menyoroti kebijakan pembatasan perjalanan era Trump yang mencakup 12 negara, termasuk Somalia. Padahal, Artan disebut telah memiliki visa aktif untuk masuk AS.