Ribuan Penyandang Disabilitas Nobar Film Inklusif di Tujuh Kota
Sebanyak 1.162 penonton dari kalangan penyandang disabilitas, komunitas kreatif, dan masyarakat umum mengikuti nonton bareng film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' secara serentak di tujuh kota pada Minggu (7/6).
Acara ini digelar oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bersama RANS dan berbagai mitra daerah. Kota yang terlibat meliputi Jakarta, Cianjur, Padang, Pontianak, Baubau, Tanjungpinang, dan Malang.
>>> Kemensos Buka 3.053 Formasi Guru Sekolah Rakyat 2026 untuk PPPK
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, mengatakan bahwa sinema mampu menumbuhkan empati di tengah masyarakat. Ruang budaya inklusif diharapkan dapat menyatukan berbagai kelompok sosial dalam kesetaraan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ruang budaya harus menjadi ruang bersama.
Ketika komunitas disabilitas dan komunitas kreatif berkumpul dalam satu pengalaman yang sama, lahir pemahaman, solidaritas, dan energi kolaborasi yang lebih kuat," ujar Fiki Satari.
Pemutaran film diawali dengan sesi live greeting nasional dari Jakarta yang menghubungkan seluruh peserta. Film dipilih karena pesannya tentang harapan, ketangguhan hidup, dan pentingnya dukungan sosial.
Sutradara film, Baim Wong, mengapresiasi pelaksanaan nobar serentak yang melibatkan kelompok disabilitas. Ia menilai film sebagai instrumen komunikasi yang melampaui hiburan.
"Film bukan hanya hiburan. Film adalah medium untuk menghadirkan percakapan, membangun empati, dan menghubungkan pengalaman manusia yang beragam.
>>> DPR RI Sahkan RUU Kepolisian Menjadi Undang-Undang
Saya berharap pesan dalam film ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi banyak orang," ujar Baim Wong.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menekankan pentingnya partisipasi generasi muda dalam memperkokoh kepedulian sosial melalui ruang kreatif yang terbuka.
Langkah ini diharapkan memicu lebih banyak gerakan budaya yang memperhatikan aksesibilitas.
"Nobar serentak ini diharapkan menjadi momentum penguatan jejaring komunitas di berbagai daerah serta mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif budaya yang berpihak pada aksesibilitas dan keberagaman," ujar Raffi Ahmad.
Kolaborasi yang melibatkan pemangku kepentingan, pelaku industri kreatif, dan figur publik ini mempromosikan keberagaman sebagai kekuatan sosial.
>>> William Saliba Dipastikan Fit Bela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026
Gerakan ini mengajak penonton untuk meyakini hak kesetaraan akses terhadap ruang kreativitas.
Update Terbaru
Kejutan, Justin Hubner Masuk Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Umumkan Darurat Nasional
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Waketum MUI Peringatkan Koruptor soal Azab dan Siksa Pedih Neraka
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Ciptakan Musik Sendiri
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
VW Sempat Kaji Mesin Bensin untuk ID. Buzz, Tapi Tak Muat
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Ketum MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Efek Juara Piala Dunia, Spanyol Ramai Diserbu Turis China
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Polri Buka Suara soal Pelibatan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
KPK Terima Surat Kejagung untuk Supervisi Kasus Febrie Adriansyah
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Media Vietnam Bantah Klaim Herdman soal Jumlah Pemain Naturalisasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Perang AS vs Iran 5 Bulan, Trump Makin Frustrasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Ekspansi Netflix ke Iklan dan Olahraga Langsung Dinilai Bisa Melemahkan Merek
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Bukan Cuma Soal Injeksi, Ini Rahasia di Balik Hasil Perawatan Estetika yang Terlihat Natural
Jumat / 24-07-2026, 19:42 WIB
Sule Bersyukur Adzam Dekat dengan Suami Baru Nathalie
Jumat / 24-07-2026, 19:39 WIB







