Kabar positif datang dari kubu Timnas Brasil menjelang laga uji coba melawan Maroko. Kondisi cedera betis yang dialami Neymar dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemain berusia 34 tahun itu sebelumnya harus menepi selama dua hingga tiga pekan akibat cedera tersebut.

>>> Bos Aprilia Kritik Jorge Martin Usai Kecelakaan MotoGP Hungaria

Meski demikian, pelatih Carlo Ancelotti tetap memanggilnya ke dalam skuad, keputusan yang sempat menuai perdebatan.

Ancelotti menilai kehadiran Neymar sangat krusial bagi kekuatan tim, terutama menjelang Piala Dunia. Ia mengabaikan opsi lain seperti Joao Pedro dan Richarlison yang dalam kondisi bugar.

Pada Senin (8/6), Neymar menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Hasil pemindaian menunjukkan intervensi pemulihan yang positif pada bagian betisnya.

Meski kondisinya membaik, Neymar belum diizinkan mengikuti latihan kelompok. Ia masih menjalani program pemulihan terpisah dari rekan setimnya.

>>> Invasi Mobil China Pengaruhi Pasar Kendaraan Bekas Indonesia

“Hasil pemeriksaan menunjukkan proses pemulihannya menunjukkan progres yang bagus, sesuai yang kami harapkan,” demikian pernyataan resmi Federasi Sepakbola Brasil (CBF).

“Dia akan melanjutkan proses pemulihan dan latihan fisik yang sudah disiapkan tim medis Timnas Brasil,” lanjut pernyataan tersebut.

Riwayat kebugaran Neymar memang menjadi sorotan setelah ia mengalami cedera ligamen lutut parah pada Oktober 2023.

Cedera itu sempat menghambat kariernya di Al Hilal sebelum akhirnya pindah ke Santos.

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Tim medis terus memantau kesiapan fisik Neymar secara intensif. Situasi ini memicu pertanyaan mengenai peluangnya diturunkan dalam laga melawan Maroko pada 13 Juni mendatang.