Amnesty International: Pusat Penipuan Daring di Kamboja Justru Meningkat
Jaringan pusat penipuan daring di Kamboja dilaporkan semakin meluas dan sulit diberantas, meskipun pemerintah setempat telah melakukan operasi penertiban selama setahun terakhir.
Kegagalan penuntasan industri ilegal ini diungkapkan dalam laporan terbaru Amnesty International, seperti dikutip dari Investor Daily pada Selasa (9/6/2026).
>>> John Herdman Puji Dony Tri Pamungkas, Beri Peringatan ke Pemain Senior
Amnesty International mencatat terdapat 86 pusat penipuan yang terdeteksi masih beroperasi di seluruh Kamboja hingga April 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan lonjakan drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencatatkan 53 lokasi.
Temuan ini berbanding terbalik dengan klaim pemerintah Kamboja yang menyatakan telah menindak lebih dari 250 pusat penipuan di seluruh negeri.
Menteri Senior Chhay Sinarith pada Februari 2026 bahkan sempat menyatakan bahwa aktivitas penipuan daring telah berkurang setengahnya.
Pemerintah Kamboja juga menargetkan pembersihan total pada April tahun ini, yang disertai klaim ribuan penangkapan dan deportasi.
Namun, Amnesty International menyoroti adanya kegagalan sistemik dalam proses penyelidikan, penutupan lokasi, hingga minimnya perlindungan bagi korban.
"Operasi ini sering kali bersifat performatif.
Terkadang, pengelola pusat penipuan telah diperingatkan sebelum penggerebekan dilakukan, sehingga aktor utama di baliknya tetap bebas," ujar Julia Dickson, rekanan di Center for Strategic and International Studies.
Chhay Sinarith membantah temuan Amnesty International tersebut. Menurutnya, laporan itu tidak mencerminkan usaha nyata dan langkah konkret yang telah diambil pemerintah Kamboja.
>>> Prabowo Batalkan Dewan Kesejahteraan Buruh, Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus
Selain menyoroti penegakan hukum, Amnesty International mengkritik perlakuan terhadap para penyintas. Banyak korban yang berhasil melarikan diri justru diproses sebagai pelanggar imigrasi, bukan sebagai korban perdagangan manusia.
Update Terbaru
Kejutan, Justin Hubner Masuk Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Umumkan Darurat Nasional
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Waketum MUI Peringatkan Koruptor soal Azab dan Siksa Pedih Neraka
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Ciptakan Musik Sendiri
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
VW Sempat Kaji Mesin Bensin untuk ID. Buzz, Tapi Tak Muat
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Ketum MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Efek Juara Piala Dunia, Spanyol Ramai Diserbu Turis China
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Polri Buka Suara soal Pelibatan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
KPK Terima Surat Kejagung untuk Supervisi Kasus Febrie Adriansyah
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Media Vietnam Bantah Klaim Herdman soal Jumlah Pemain Naturalisasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Perang AS vs Iran 5 Bulan, Trump Makin Frustrasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Ekspansi Netflix ke Iklan dan Olahraga Langsung Dinilai Bisa Melemahkan Merek
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Bukan Cuma Soal Injeksi, Ini Rahasia di Balik Hasil Perawatan Estetika yang Terlihat Natural
Jumat / 24-07-2026, 19:42 WIB
Sule Bersyukur Adzam Dekat dengan Suami Baru Nathalie
Jumat / 24-07-2026, 19:39 WIB







