Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dalam sejarah yang menerapkan teknologi offside semi-otomatis secara penuh. Langkah ini diambil untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit di lapangan.

Sistem canggih ini mengandalkan 12 kamera khusus yang merekam dan melacak setiap pergerakan pemain. Kamera tersebut mampu menangkap data dengan kecepatan hingga 50 gambar per detik.

>>> Cekcok di Jalan Raya Ternyata Dipicu Gangguan Psikologis Tersembunyi

Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan waktu tunggu saat peninjauan pelanggaran offside. Kehadirannya diharapkan menjadi alat bantu efektif bagi wasit dalam mengambil keputusan.

Cara Kerja Sistem Offside Semi-Otomatis

Mekanisme kerja alat ini melacak titik-titik krusial pada seluruh anggota tubuh pemain.

Dengan akurasi tinggi, sistem dapat mendeteksi momen tepat ketika penyerang berada di posisi offside saat menerima umpan.

>>> Indeks Dolar AS Merosot ke Bawah 100, Tertekan Kesepakatan Iran-Israel

Jika pelanggaran terdeteksi dengan keyakinan penuh, perangkat akan mengirimkan pesan suara otomatis "offside, offside, offside" ke earphone asisten wasit.

Kriteria penilaian offside mengacu pada jarak antara penyerang dan pemain bertahan terakhir.

Apabila jarak posisi antar pemain melebihi 10 cm, situasi tersebut dikategorikan sebagai offside. Namun, jika jarak di bawah batas minimal, sistem akan mengirimkan pesan "tunda" ke earphone.

>>> Harga Emas Dunia Berpotensi Rebound ke US$ 4.381

Pesan tidak akan dikirim jika situasi di lapangan dinilai terlalu rumit akibat pergerakan tanpa bola. Selama pertandingan, asisten wasit tetap menjalankan tugas konvensional hingga keputusan akhir yang pasti.