Konsistensi Kebijakan Jadi Kunci Investor Semikonduktor Pilih Singapura hingga Vietnam ketimbang Indonesia
Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi menilai konsistensi kebijakan serta ketersediaan talenta yang sesuai kebutuhan industri menjadi faktor utama investor semikonduktor lebih tertarik menanamkan modalnya ke Singapura, Malaysia, dan Vietnam, ketimbang ke Indonesia.
Menurut Heru, investor semikonduktor tidak hanya mempertimbangkan insentif pajak, tetapi juga kepastian usaha, infrastruktur yang andal, serta dukungan pemerintah dalam jangka panjang.
>>> Bursa Kripto CFX Gelar Konferensi untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Akibatnya, kesenjangan Indonesia dengan negara-negara tersebut semakin lebar.
Malaysia dan Singapura telah menjadi bagian penting dari rantai pasok semikonduktor global, sementara Vietnam berhasil menarik investasi dari sejumlah perusahaan chip dunia.
Sementara itu, Indonesia masih berada pada tahap membangun fondasi industri. "Kesenjangannya kian lebar.
Namun jika pemerintah, industri, dan perguruan tinggi bergerak bersama, ketertinggalan itu masih bisa diperkecil dalam beberapa tahun ke depan," katanya kepada Bisnis, Senin (8/6/2026).
Heru menilai peluang Indonesia untuk masuk ke industri semikonduktor masih terbuka seiring meningkatnya permintaan chip global yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, pusat data, dan perangkat digital.
Namun, Indonesia harus segera membenahi berbagai hambatan yang selama ini mengurangi daya tarik investasi, mulai dari keterbatasan SDM spesialis semikonduktor, belum lengkapnya rantai pasok industri, hingga kepastian regulasi dan arah kebijakan yang dinilai masih belum jelas.
"Investor tidak hanya melihat lokasi pabrik. Mereka juga melihat ketersediaan SDM, pemasok komponen, infrastruktur, listrik yang andal, dan kepastian regulasi.
Di banyak aspek itu Indonesia masih perlu memperkuat diri," tegasnya.
Dia juga menilai kualitas SDM Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk mendukung industri teknologi tinggi.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







