Akan tetapi, jumlah tenaga ahli yang memiliki spesialisasi semikonduktor masih terbatas sehingga perlu diperkuat melalui pendidikan, pelatihan industri, dan kolaborasi dengan perusahaan global.

"Banyak SDM Indonesia di luar negeri yang bertanya apakah Indonesia benar-benar serius masuk ke industri semikonduktor.

Kalau serius, mereka tidak ragu untuk kembali dan membantu membangun ekosistem semikonduktor nasional," tambah Heru.

Talenta dan Rantai Pasok Jadi Penentu

Senada, Ekonom CORE Yusuf Randy Manilet menjelaskan, ketersediaan talenta teknis, terutama insinyur mikroelektronika yang terbentuk melalui pengalaman industri bertahun-tahun menjadi faktor penentu keberhasilan ketiga negara sebagai pusat rantai pasok semikonduktor global.

"Kita masih kekurangan insinyur mikroelektronika, fasilitas cleanroom, laboratorium pengujian, dan kapasitas riset," ucapnya.

>>> Menteri Perdagangan Pantau Lonjakan Biaya Produksi Tahu Tempe

Keberadaan rantai pasok domestik yang kuat juga menjadi penentu, sehingga perusahaan tidak bergantung penuh pada impor komponen dan jasa pendukung.

Di titik inilah menurut Yusuf, Indonesia masih tertinggal.

Kendati begitu, Yusuf menilai peluang Indonesia belum tertutup. Permintaan chip global diperkirakan terus meningkat seiring perkembangan AI, kendaraan listrik, pusat data, dan perangkat digital.

Untuk itu, strategi Indonesia dinilai perlu lebih realistis dengan tidak langsung mengejar fabrikasi chip tercanggih yang membutuhkan investasi puluhan miliar dolar AS.

Sebaliknya, Indonesia dapat memanfaatkan keunggulan yang dimiliki untuk masuk melalui industri material, assembly, testing, dan packaging (ATP), serta pengembangan desain chip yang membutuhkan modal lebih rendah.

"Peluang terbesar justru terletak pada posisi sebagai pelengkap ekosistem regional, bukan pesaing langsung," imbuhnya.

Indonesia, lanjut Yusuf, bisa memasok material ke rantai pasok kawasan, menyediakan kapasitas tambahan untuk packaging dan testing, menarik relokasi manufaktur yang mencari biaya lebih kompetitif, sekaligus menjadi pasar utama bagi produk akhir.