Angka jarak tempuh pada brosur mobil listrik menjadi tolok ukur penting bagi calon pembeli.

Salah satu standar pengujian yang sempat banyak digunakan adalah New European Driving Cycle atau NEDC.

>>> Tips Memeriksa Honda CR-V Bekas Generasi Kelima agar Bebas Masalah

Metode lama ini dirancang untuk mengukur konsumsi energi, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang dalam kondisi laboratorium yang terkontrol.

NEDC menjadi acuan utama pabrikan Eropa sebelum terakhir diperbarui pada 1997.

Pengujian NEDC dilakukan sepenuhnya di laboratorium menggunakan dynamometer yang menyimulasikan permukaan jalan.

Kendaraan yang diuji harus memiliki jarak tempuh kurang dari 2.900 km agar komponen dalam kondisi optimal.

Simulasi perjalanan menempuh jarak 10,9 km dengan kecepatan rata-rata 34 km/jam. Hambatan angin disimulasikan melalui perhitungan matematis pada alat dynamometer.

Tahapan Pengujian NEDC

Prosedur evaluasi dibagi menjadi dua tahap: uji perkotaan dan uji luar kota.

Tahap pertama menyimulasikan lalu lintas perkotaan sejauh 4 km dengan kecepatan rata-rata 14,4 km/jam selama 3 menit 15 detik.

Kendaraan melalui siklus berhenti, akselerasi hingga 50 km/jam, melambat, dan berhenti total. Pola ini meniru kondisi jalanan kota yang macet.

>>> GM: Mesin V8 Macet Bukan Cacat Desain, Hanya 3% Bermasalah

Tahap kedua adalah simulasi luar kota sejauh 6,9 km dengan kecepatan tertinggi 120,7 km/jam.

Sekitar 50 persen waktu digunakan untuk kecepatan konstan, sisanya untuk akselerasi, deselerasi, dan idle.

Total waktu tahap kedua adalah 6 menit 40 detik dengan kecepatan rata-rata 62,7 km/jam.

Selama pengujian, kendaraan tidak keluar laboratorium dan semua perangkat elektronik seperti AC, radio, dan lampu dimatikan.

Kekurangan Metode NEDC