Seiring waktu, NEDC dinilai tidak akurat merepresentasikan kondisi berkendara nyata. Kelemahan utama adalah kondisi pengujian terlalu ideal karena semua perangkat elektronik dimatikan.

Pola akselerasi dan kecepatan dalam simulasi dianggap terlalu ringan dibanding lalu lintas modern. Akibatnya, klaim jarak tempuh mobil listrik menjadi lebih optimistis dari penggunaan asli.

Prosedur yang sangat terstandarisasi memungkinkan produsen merekayasa pengaturan mesin dan transmisi demi hasil efisiensi terbaik. Hal ini sempat memicu kontroversi emisi di Eropa.

Secara keseluruhan, siklus NEDC mencakup 66 persen simulasi perkotaan dan 34 persen jalan raya dengan total durasi sekitar 20 menit.

>>> Bocoran Harga BYD M6 DM Beredar, Mulai Rp 310 Jutaan

Metode ini digunakan sejak 1980-an hingga 2017, kemudian digantikan oleh WLTP yang lebih realistis.