Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penurunan pada sesi perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.

Prospek koreksi ini dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang terus berlanjut serta maraknya aksi lego saham oleh investor asing di pasar domestik.

>>> Apple Resmi Luncurkan Siri AI dengan Integrasi Teknologi Gemini

Meski demikian, kondisi pasar dalam negeri berpotensi mendapatkan sentimen positif dari penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street, apresiasi harga komoditas, hingga pembatalan rencana kebijakan gross split nonmigas.

Namun, faktor penekan dari eksternal dan pergerakan mata uang tetap membayangi laju indeks.

Proyeksi Pergerakan IHSG

Analisis dari CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.225-5.110 dan resist 5.460-5.575.

>>> Pemerintah Tindaklanjuti Pemecatan Ketua Ombudsman Hery Susanto

Sementara itu, pergerakan bursa global awal pekan mencatat performa variatif yang dominan menguat berkat dinamika geopolitik di Timur Tengah, termasuk upaya mempertahankan kesepakatan gencatan senjata oleh Amerika Serikat.

Sektor teknologi, khususnya emiten produsen chip seperti Micron Technology yang melesat 9,87 persen, Nvidia 1,73 persen, dan Broadcom 2,82 persen, berhasil bangkit dari tekanan jual sebelumnya.

>>> Komdigi: AI Jadi Kunci Akselerasi Adopsi 5G di Indonesia

Sebagai panduan investasi, CGS International Sekuritas Indonesia merilis daftar saham pilihan untuk aktivitas trading harian, yang meliputi emiten MBMA, PSAB, ADMR, UNVR, AMMN, dan EXCL.