MotoGP Ubah Jarak Grid Start Mulai GP Jerman 2026
Format start balapan MotoGP akan mengalami perubahan signifikan mulai GP Jerman 2026. Para tim telah sepakat menambah jarak antar-baris pada grid start untuk meningkatkan keselamatan.
Keputusan ini diambil setelah insiden kecelakaan beruntun di Tikungan 1 Sirkuit Barcelona-Catalunya pada pertengahan Mei lalu. Kecelakaan tersebut menyebabkan pebalap LCR Honda, Johann Zarco, mengalami cedera serius.
>>> Pemerintah Mulai Siapkan Haji 2027, Negosiasikan Aturan Syarikah
Promotor MotoGP, Sports Entertainment Group (MGPSEG), langsung bergerak dengan menggelar pertemuan bersama Asosiasi Produsen Olahraga Sepeda Motor (MSMA) dan perwakilan tim.
Fokusnya adalah mengurangi kepadatan motor saat memasuki tikungan pertama setelah start.
Hasil diskusi menghasilkan cetak biru keselamatan dua fase.
Fase pertama akan diterapkan di GP Jerman di Sirkuit Sachsenring pada 12 Juli 2026, dengan jarak antar-baris grid start diperlebar 3 meter.
Fase kedua berencana melarang total penggunaan holeshot device saat start, mulai GP Inggris di Silverstone pada pertengahan Agustus.
>>> Kejagung Temukan Markup Pengadaan Motor Listrik Makan Bergizi Gratis
Sebagai langkah awal, uji coba akan dilakukan di Sirkuit Brno, Republik Ceko, dua pekan mendatang.
Direktur olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengakui bahwa perubahan grid adalah modifikasi signifikan. Ia menyebutkan bahwa hal ini dapat memerlukan perubahan substansial di beberapa sirkuit tergantung ruang yang tersedia.
Larangan holeshot device sebenarnya sudah masuk dalam draf regulasi teknis untuk musim 2027. Namun, insiden di Barcelona mempercepat implementasinya.
Pada sisa musim 2026, pebalap masih diizinkan mengaktifkan perangkat tersebut saat balapan berjalan, bukan saat start.
Awalnya, larangan hanya direncanakan untuk trek high-speed seperti Silverstone dan Phillip Island. Namun demi keadilan dan keselamatan, regulasi ini akhirnya berlaku di seluruh sirkuit.
>>> Memahami Arti Barakallah dan Cara Menjawabnya dengan Benar
Carlos Ezpeleta menambahkan bahwa usulan larangan ride-height device berlaku untuk setiap sirkuit. Kini para produsen diminta mengevaluasi, karena perangkat tersebut tidak akan lagi digunakan mulai 2027.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







