>>> Madonna Minta Penonton Letakkan Ponsel dan Nikmati Konser

Frekuensi dengan total lebar pita 190 MHz ini sangat ideal diterapkan pada kawasan perkotaan yang padat penduduk, area industri, kampus, hingga pusat perbelanjaan.

"Dan, nanti 5G-nya, 5G benaran, bukan 5G rasa 4G," ungkap Denny.

Respons Operator Seluler Terhadap Komitmen Pemerintah

Komitmen Komdigi untuk menyediakan frekuensi baru sebelum hari kemerdekaan mendapatkan sambutan positif dari pelaku industri. Salah satunya datang dari Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSmart, Alvin Iskandar Aslam.

"Dari XLSmart, 5G menjadi satu pembeda bagi XLSmart untuk melayani masyarakat Indonesia ke depannya.

Ketika kita bicara 5G, kita tidak lagi memikirkan penggunaan kapasitas atau infrastruktur jaringan yang biasa saja. Memang akan banyak pengembangan yang kita lakukan di jaringan XLSmart," tuturnya.

Alvin memaparkan bahwa implementasi layanan 5G mutlak harus segera dijalankan demi mendorong pertumbuhan ekosistem digital di skala nasional.

Pihaknya berupaya mengambil peran sebagai garda terdepan dalam perluasan jaringan internet cepat ini.

"Kami di XLSmart memposisikan diri kalau bisa kami menjadi pionir.

Makin cepat kami bisa roll out jaringan 5G kami, artinya makin cepat pula kami bisa membawa manfaat ke depan negeri ini.

Kalau sebelumnya cuma satu titik, kami saat ini benar-benar lihat kota mana yang layak area 5G berkembang," ungkap Alvin.

Akselerasi adopsi teknologi 5G ini dipercaya bakal membawa dampak masif bagi berbagai sektor strategis yang bergantung pada konektivitas tingkat tinggi.

>>> Tim Cook Ucapkan Perpisahan Emosional di WWDC 2026

Bidang perindustrian serta sektor kesehatan menjadi contoh area yang akan mengalami lompatan inovasi lebih cepat.