Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan masyarakat akan segera menikmati layanan internet 5G yang sesungguhnya.

Layanan ini bakal terealisasi setelah proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz rampung dilakukan.

>>> Apple Luncurkan iOS 27 dan iPadOS 27 dengan Siri AI di WWDC 2026

Pemerintah menargetkan hasil seleksi dapat diumumkan sebelum peringatan hari kemerdekaan pada Agustus mendatang.

"Tadi ditanya kapan 5G akan dirilis, saat ini kita sedang dalam proses seleksi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Mudah-mudahan sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia sudah bisa dirilis," ujar Denny di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Denny Setiawan selaku Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi menjelaskan bahwa tiga operator seluler besar sedang memperebutkan kedua pita frekuensi tersebut.

Maskapai telekomunikasi yang bersaing meliputi Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart.

Langkah perebutan ini ditujukan untuk mendongkrak kualitas serta kecepatan internet seluler di tanah air, baik untuk pemanfaatan jaringan 4G maupun 5G.

Jaringan seluler generasi kelima ini sebenarnya sudah meluncur sejak Mei 2021, namun kualitasnya dinilai masih serupa dengan teknologi 4G akibat keterbatasan spektrum operasional.

Dalam proses lelang frekuensi 700 MHz, Komdigi membuka pemanfaatan pada rentang 703-738 MHz (uplink) yang dipasangkan dengan 758-793 MHz (downlink).

Total lebar pita yang disediakan mencapai 70 MHz.

Pita frekuensi rendah ini memegang kelebihan berupa jangkauan sinyal yang lebih luas.

Selain itu, gelombang tersebut memiliki kemampuan penetrasi yang lebih kuat untuk menembus dinding gedung maupun rintangan kondisi geografis.

Sementara itu, spektrum 2,6 GHz menjadi pita frekuensi menengah yang menawarkan kapasitas lebih besar untuk mengakomodasi trafik data yang padat.