Harga Emas Terancam Merosot ke Level Empat Ribu Dolar AS
Harga emas berpotensi merosot lebih dalam hingga menguji level psikologis US$ 4.000 per ons troi.
Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan masih tinggi.
>>> Bapanas Perketat Pengawasan Residu Pestisida pada Pangan Segar
Pada perdagangan Selasa (9/6/2026), harga emas spot tercatat turun tipis 0,05 persen ke US$ 4.327,87 per ons troi.
Sebelumnya, harga ditutup naik tipis 0,02 persen menjadi US$ 4.329,98 pada Senin (8/6/2026).
Harga sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret di US$ 4.268,39 per ons troi.
Prospek teknikal emas dinilai memburuk setelah aksi jual tajam pekan lalu menembus rata-rata pergerakan 200 hari.
Tekanan dari Inflasi AS
Analis Pasar FOREX. com Fawad Razaqzada mengatakan gambaran teknikal emas telah memburuk secara signifikan.
Kegagalan bertahan di atas area US$ 4.500 membuka ruang koreksi menuju support utama di sekitar US$ 4.230.
Jika level tersebut jebol, harga berpotensi bergerak ke level terendah Maret di kisaran US$ 4.100 sebelum menguji support psikologis US$ 4.000.
Data inflasi yang lebih kuat berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan emas.
>>> Potensi Macet di Senayan Jelang Laga Indonesia vs Mozambik
Risiko penurunan meningkat menjelang rilis Indeks Harga Konsumen AS pekan ini.
Inflasi inti diperkirakan naik 2,9 persen secara tahunan, dan jika melampaui ekspektasi, The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Head of Business Development XS. com Simon-Peter Massabni menyatakan pergerakan emas ke depan akan ditentukan oleh arah kebijakan moneter AS.
Tekanan inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja mendukung dolar AS dan imbal hasil obligasi tetap tinggi.
Namun, peningkatan cadangan emas oleh bank sentral berbagai negara sebagai diversifikasi aset tetap menjadi faktor penopang.
Tingginya utang global, tantangan fiskal, dan ketidakpastian geopolitik juga mendukung peran emas sebagai aset lindung nilai.
CEO Morton Wealth Jeff Sarti menilai koreksi harga saat ini tidak mengubah alasan fundamental untuk tetap menyimpan emas.
>>> Tren Telur Beku Viral di TikTok Picu Risiko Bahaya Kesehatan
Investor dengan alokasi emas minim dapat memanfaatkan penurunan untuk melakukan pembelian bertahap secara jangka panjang.
Update Terbaru
Silvio Baldini Tak Pikirkan Masa Depan di Timnas Italia
Selasa / 09-06-2026, 07:24 WIB
Polri Tetapkan Biaya Perpanjangan SIM A Rp80 Ribu hingga Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 07:24 WIB
Silvio Baldini Tak Pikirkan Status Permanen di Timnas Italia
Selasa / 09-06-2026, 07:24 WIB
Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama, Ini Syaratnya
Selasa / 09-06-2026, 07:20 WIB
Atletico Nacional Andalkan Rekor Kandang untuk Balikkan Keadaan di Final Liga BetPlay
Selasa / 09-06-2026, 07:20 WIB
Timnas Spanyol Bersiap Hadapi Peru pada Laga Persahabatan
Selasa / 09-06-2026, 07:16 WIB
Analis Prediksi Harga Emas Berpotensi Lanjutkan Reli Jangka Panjang
Selasa / 09-06-2026, 07:16 WIB
Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS Meski Punya Visa Sah
Selasa / 09-06-2026, 07:15 WIB
Kisah Pilu Dyana Axera: Relakan Pernikahan Setelah Diselingkuhi Mantan
Selasa / 09-06-2026, 07:14 WIB
Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Cara Deteksi Dininya
Selasa / 09-06-2026, 07:14 WIB
Polisi Kerahkan 1.500 Personel Amankan Bolivar Jelang Final Nacional vs Junior
Selasa / 09-06-2026, 07:13 WIB
Timnas Indonesia U-19 Tunggu Pemenang Kamboja vs Australia di Semifinal
Selasa / 09-06-2026, 07:13 WIB
Horoskop 9 Juni 2026: Waktu Keberuntungan Gemini dan Cancer
Selasa / 09-06-2026, 07:13 WIB
Timnas Spanyol Uji Coba Lawan Peru di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 07:13 WIB






