Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali tertekan pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Analis memperkirakan indeks berpotensi anjlok hingga di bawah level 5.100.

Sebelumnya, IHSG mengalami pelemahan signifikan sebesar 4,52 persen ke posisi 5.342,14.

>>> Kepuasan Publik terhadap Trump Tertahan di Level Terendah

Penurunan ini dipicu oleh koreksi di seluruh sektor saham dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa secara teknikal, potensi penurunan masih terbuka lebar. Pasalnya, posisi penutupan IHSG berada di bawah level MA200 monthly.

"Selanjutnya diperkirakan IHSG hari ini berpotensi akan menguji level support di 5.100," tulis Phintraco Sekuritas.

Cadangan Devisa dan Daya Beli Jadi Sorotan

Selain faktor teknikal, tekanan juga datang dari data makroekonomi.

Cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat turun menjadi US$ 144,9 miliar akibat pembayaran utang luar negeri dan langkah stabilisasi rupiah.

>>> KPK Tahan Dua Bos Travel Haji Terkait Korupsi Kuota

Phintraco Sekuritas menekankan perlunya pemerintah meningkatkan kepercayaan investor, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing.

Di sisi lain, penurunan daya beli masyarakat turut membebani sentimen pasar. Hal ini terindikasi dari merosotnya penjualan sepeda motor sebesar 5,1 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Hingga Mei 2026, penjualan sepeda motor baru mencapai sekitar 38,96% hingga 40,78% dari target akhir tahun.

Potensi kenaikan suku bunga pembiayaan juga menjadi tantangan.

>>> Mahasiswa Madagaskar Juara Tiga Kompetisi Bahasa Indonesia

Di tengah tren koreksi, Phintraco Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dinilai memiliki peluang keuntungan, yaitu ADMR, SILO, BRMS, dan MBMA.