IHSG Anjlok ke 5.941, Investor Disarankan Amankan Modal

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin (8/6/2026). Indeks anjlok 4,11 persen atau 254,36 poin ke level 5.941,07.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG bergerak pada rentang 5.842 hingga 6.213,18.
>>> Juventus dan Roma Bersaing untuk Brahim Diaz
Nilai transaksi bursa mencapai Rp25,19 triliun dengan volume 36,2 miliar saham dari 2,72 juta kali transaksi.
Sebanyak 726 saham ditutup di zona merah, 158 saham stagnan, dan hanya 75 saham yang menghijau.
Saham Komoditas dan Mineral Tertekan
Pelemahan IHSG didorong oleh kejatuhan saham komoditas dan mineral. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) merosot 14,91 persen ke Rp3.310.
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) turun 12,12 persen ke Rp2.320, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah 11,98 persen ke Rp294.
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) melorot 11,82 persen ke Rp2.610, serta PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) terpangkas 10 persen ke Rp1.305.
Proyeksi dan Rekomendasi Analis
Tim riset MNC Sekuritas menganalisis bahwa pergerakan IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.
>>> Michael Olise Cetak Hattrick, Perancis Taklukkan Irlandia Utara 3-1
Area koreksi lanjutan diperkirakan mencapai 5.184 hingga 5.282.
MNC Sekuritas memproyeksikan support di level 5.261 dan 5.191, serta resistance di 5.462 dan 5.594.
Investor direkomendasikan melakukan strategi buy on weakness pada saham ASII, BULL, JPFA, dan NICL.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, menyarankan investor mengutamakan perlindungan modal.
Investor disarankan mengurangi porsi pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah dengan likuiditas terbatas, serta menahan diri dari averaging down yang agresif.
>>> Prabowo Lantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN Baru di Istana
Bagi investor jangka menengah, Hari menyarankan untuk selektif mencermati saham big caps di sektor perbankan dan consumer staples yang valuasinya atraktif, namun tetap masuk secara bertahap dengan alokasi kecil sembari menunggu kepastian arah kebijakan moneter BI.
Update Terbaru
Persija Jakarta Resmi Rekrut Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Selasa / 09-06-2026, 06:52 WIB
Komdigi Terima Laporan Kepatuhan Pelindungan Anak dari 19 Platform
Selasa / 09-06-2026, 06:50 WIB
Junior Barranquilla Tahan Imbang Atletico Nacional di Final Liga Kolombia
Selasa / 09-06-2026, 06:50 WIB
Toyota Kembangkan Simulasi Transmisi Manual untuk EV, Lengkap dengan Kopling
Selasa / 09-06-2026, 06:48 WIB
Francesco Bagnaia Sebut Lintasan Balaton Park Picu Tabrakan Jorge Martin
Selasa / 09-06-2026, 06:44 WIB
Kementerian ATR/BPN Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa PKL
Selasa / 09-06-2026, 06:44 WIB
Rafael Leao Dapat Kartu Merah Usai Bela Rekan di Laga Portugal vs Chile
Selasa / 09-06-2026, 06:44 WIB
HP Luncurkan Laptop Scuderia Ferrari AI PC Edisi Terbatas Rp100 Juta
Selasa / 09-06-2026, 06:40 WIB
Divock Origi Umumkan Pensiun dari Sepak Bola Profesional
Selasa / 09-06-2026, 06:40 WIB
Spanyol Hadapi Peru Tanpa Kekuatan Penuh Jelang Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 06:40 WIB
Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Selasa / 09-06-2026, 06:36 WIB
Madonna Minta Penonton Letakkan Ponsel dan Nikmati Konser
Selasa / 09-06-2026, 06:35 WIB
Polrestabes Medan Operasikan Layanan SIM Keliling di Lima Lokasi
Selasa / 09-06-2026, 06:35 WIB
Piala Dunia 2026 Segera Bergulir dengan 48 Tim Nasional
Selasa / 09-06-2026, 06:35 WIB






