Kejatuhan Pasar Saham Domestik Buka Ruang Investasi Langka
Kombinasi dari dua katalis atau lebih bahkan bisa menjadi titik balik struktural yang ditunggu oleh pasar,” pungkas Wafi.
Sementara itu, untuk strategi investasi jangka menengah hingga panjang, Wafi merekomendasikan tiga sektor utama yang disebut memiliki daya tahan kuat serta valuasi yang sudah terdiskon secara historis.
Pertama adalah perbankan.
Di sektor ini, saham pilihan jatuh pada BBCA dan BMRI karena didukung PBV yang setara level krisis, pertumbuhan laba operasional yang konsisten, serta model bisnis inti yang tetap utuh.
Adapun pilihan untuk sektor komoditas berbasis dolar AS mencakup AADI, ANTM, BRMS, dan ADRO.
Deretan emiten ini diuntungkan oleh skema natural hedge terhadap fluktuasi rupiah di tengah sokongan harga komoditas global.
Di sektor konsumer primer atau consumer staples, pilihan tertuju pada INDF, ICBP, dan AMRT yang dinilai defensif berkat tingkat permintaan masyarakat yang inelastis serta kondisi arus kas yang kuat dan mudah diprediksi.
Dihubungi terpisah, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menuturkan bahwa di tengah tekanan yang melanda pasar dalam negeri, strategi investasi kini bisa dialihkan ke emiten yang memiliki rekam jejak pembagian dividen secara konsisten, serta memiliki fundamental pertumbuhan laba yang kuat.
“[Pilih] saham yang rutin membagikan dividen dan mampu mencetak pertumbuhan laba dari waktu ke waktu. Sementara itu, tidak dibatasi oleh sektornya,” ucap Rudiyanto saat dihubungi Bisnis.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan David Chong menilai bahwa tekanan makroekonomi yang memicu aksi jual di pasar saham dinilai mulai menciptakan titik masuk investasi yang atraktif pada saham-saham perbankan nasional.
Menurut keduanya, koreksi harga yang terjadi belakangan ini lebih didorong oleh sentimen makro bukan karena penurunan kinerja. Atas dasar fundamental yang tangguh, peringkat overweight dipertahankan untuk sektor perbankan.
Update Terbaru
Jaksa Agung Tegaskan Kasus Febrie Adriansyah Ditangani Tim 9
Jumat / 24-07-2026, 17:54 WIB
Stop Bilang 'Tak Punya Uang' ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini
Jumat / 24-07-2026, 17:54 WIB
Respons Indonesia usai Produk RI Digetok Tarif Baru AS
Jumat / 24-07-2026, 17:54 WIB
Resmi: Jurgen Klopp Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Sekjen Kemendagri Minta Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Rutin
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Nam Joo Hyuk Kembali ke Genre Kriminal Lewat Serial Disney+ 'Code'
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Ponsel Lipat Baru Samsung Makin Lebar, Buat Apa?
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Mendagri: Pelayanan Publik Berkualitas Kunci Ketahanan Negara
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Imigrasi Cekal 2 WN Belanda Penyelenggara Event Lari Diskriminatif di Canggu
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Tesla Catat Rekor Pengiriman, Saham Justru Anjlok Terparah
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Tiga Desainer IFC Tampilkan Koleksi 'Quiet Defiance' di JF3 2026
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Amran Minta Polisi Usut 7 Perusahaan Diduga Tolak Serap Tebu Petani
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Pramono Pastikan SDN Kebayoran Lama 09 Dibangun Tahun Ini, Anggaran Rp48,1 M
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Jordi Amat Ungkap Permintaan John Herdman Jelang Piala AFF 2026
Jumat / 24-07-2026, 17:46 WIB







