“Aksi jual saham perbankan baru-baru ini sebagian besar didorong oleh faktor makro, yang menurut pandangan kami, justru menciptakan peluang menarik untuk membeli bank-bank berkualitas,” ucap keduanya dalam riset terbaru.

Sepanjang empat bulan pertama 2026, laba bersih perbankan dalam cakupan riset mereka masih mampu tumbuh 8,7% year on year (YoY).

Laju penyaluran kredit juga kokoh sebesar 11,7% YoY ditopang segmen korporasi komersial, dengan kelompok bank besar memimpin ekspansi sebesar 13,8% YoY.

Di sisi lain, keduanya tidak menampik adanya tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akibat kenaikan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25% pada Mei lalu yang pada akhirnya mengerek biaya dana.

Meski demikian, kebijakan baru pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mewajibkan porsi lebih besar mengendap di sistem perbankan domestik dinilai bakal menjadi penopang likuiditas baru.

Melihat kombinasi likuiditas yang sehat dan kualitas aset terjaga, Andrey dan David merekomendasikan investor untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap.

>>> Kapan Drakor Doctor on the Edge Episode 5-6 Tayag? Berikut Jadwal, Spoiler dan Link di TVN bukan LK21: Ungkap Masa Lalu Do Ji Ui dan Rahasia Ha Ri

RHB Sekuritas menempatkan saham BMRI dan BBRI sebagai pilihan utama dengan target harga masing-masing Rp5.920 dan Rp4.000.