Komdigi Batasi Akses Platform Digital Berdasarkan Usia Anak
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan pembatasan akses platform digital berdasarkan fase pertumbuhan anak.
Kebijakan ini diumumkan dalam peluncuran buku saku AKSI DIGITAL pada Senin (8/6/2026).
>>> Pemerintah Tunda Merger BUMN Karya hingga Kuartal IV 2026
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa regulasi ini berlandaskan PP TUNAS. Aturan tersebut menetapkan indikator risiko platform berdasarkan beberapa faktor kunci yang harus diwaspadai orang tua.
Faktor Risiko Kontak dan Konten
Faktor risiko pertama adalah ketersediaan fitur komunikasi di dalam platform. Platform yang memungkinkan anak berkomunikasi dengan pihak luar secara bebas dianggap berisiko tinggi.
Meutya menambahkan bahwa fitur komunikasi tersebut berpotensi menjadi pintu masuk kejahatan siber dan penyebaran paham radikal.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan adanya perekrutan radikalisasi di dalam permainan daring.
Indikator kedua adalah muatan konten yang tidak sesuai dengan usia anak. Platform dengan konten kekerasan atau pornografi masuk dalam kategori risiko tinggi.
>>> Kapan Malam 1 Suro 2026? Benarkah Jatuh pada Senin Pon? Ini Tanggal dan Maknanya
Durasi Penggunaan dan Dampak Kesehatan
Selain kontak dan konten, durasi penggunaan gawai yang memicu ketergantungan juga menjadi perhatian serius. Meutya menyebutkan bahwa scroll time yang cepat dapat menyebabkan kecanduan pada anak.
Kecanduan ini berdampak pada kesehatan fisik, seperti nyeri mata dan punggung. Masukan dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa paparan adiksi internet menimbulkan dampak kesehatan langsung pada anak.
Klasifikasi Usia dan Akses Platform
Sebagai langkah konkret, Komdigi memisahkan klasifikasi platform menjadi dua tingkatan.
Anak berusia 13 tahun diperbolehkan mengakses platform risiko rendah, sedangkan platform risiko tinggi hanya untuk anak usia 16 tahun ke atas.
>>> Jensen Huang Perkuat Kemitraan AI dan Ramal Masa Depan Marvell
Keputusan ini tidak menyamaratakan batasan usia seperti di negara lain. Pembagian klasifikasi pada usia 13 dan 16 tahun didasarkan pada kajian para pakar tumbuh kembang anak.
Update Terbaru
Meta Patenkan Teknologi AI Pendeteksi Mood Lewat Analisis Suara
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
EA Sports Resmi Umumkan EA Sports FC 27, Rilis September 2026
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Middlesbrough Resmi Dapatkan Sebastian Berhalter dari Vancouver Whitecaps
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Komentar Scott Dixon soal NASCAR Picu Perdebatan Sengit
Jumat / 24-07-2026, 06:07 WIB
Helldivers 2 dan Warhammer 40K Crossover Akan Diungkap Penuh pada 30 Juli
Jumat / 24-07-2026, 06:04 WIB
Studi Temukan Kanker Menular Langka pada Ikan Lele di Amerika Utara
Jumat / 24-07-2026, 06:04 WIB
Prancis Blokir Tesla Full Self-Driving karena Kecepatan Berlebih
Jumat / 24-07-2026, 06:03 WIB
PlayStation Berisiko Kehilangan Pasar Game Bekas Rp117 Triliun dengan Hentikan Produksi Cakram
Jumat / 24-07-2026, 06:02 WIB
Proyek Mario Kart Wii untuk PC Dikecam Gara-gara AI Vibe Coding
Jumat / 24-07-2026, 06:02 WIB
Anime Gundam Baru Diumumkan di SDCC, Terkait dengan Game yang Akan Datang
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
Richard Carapaz Menang Solo di Tahap 18 Tour de France
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
Trailer Baru Film Resident Evil Dirilis, Tayang September 2026
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
Trump Kaitkan Kesepakatan Nuklir Saudi dengan Normalisasi Israel
Jumat / 24-07-2026, 06:01 WIB
DPR AS Setujui Resolusi Akhiri Perang Iran, Senat Tolak
Jumat / 24-07-2026, 06:00 WIB







