Igor Sechin Peringatkan Militerisasi Global dan Gelembung AI
CEO Rosneft Igor Sechin menyoroti peningkatan militerisasi dalam ekonomi global serta lonjakan belanja militer dunia yang mengalir ke kompleks industri militer, perusahaan teknologi tinggi, dan sektor keuangan.
Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Senin (8/6/2026).
>>> Grab Indonesia Operasikan 14 Ribu Armada Kendaraan Listrik di 12 Kota
Lonjakan pengeluaran pertahanan ini memicu kekhawatiran mengenai arah kebijakan ekonomi sejumlah negara besar yang mulai beralih ke struktur berbasis pertahanan.
Fenomena tersebut dinilai mengubah lanskap arus modal internasional secara signifikan.
"Jerman secara efektif telah mulai mengarahkan ekonominya ke arah ekonomi berbasis perang," kata Igor Sechin, yang juga menjabat Sekretaris Eksekutif Komisi Kepresidenan Rusia untuk Pengembangan Strategis Sektor Bahan Bakar dan Energi serta Keamanan Lingkungan.
Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), belanja militer global meningkat untuk ke-11 kalinya berturut-turut pada 2025 hingga mencapai total 2,887 triliun dollar AS.
Eropa menjadi pendorong utama dengan kenaikan pengeluaran sebesar 14 persen menjadi 864 miliar dollar AS.
Kekhawatiran Gelembung Finansial AI
Selain isu militerisasi, perhatian besar juga tertuju pada perkembangan teknologi digital.
Investasi besar-besaran pada sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai memicu spekulasi pasar yang berlebihan tanpa diimbangi dengan bukti peningkatan produktivitas yang nyata.
>>> Sciwind Bioscience Jajaki Pemasaran Obat Pelangsing di Luar China
"Perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AI terus menarik porsi modal investasi global yang semakin besar, sementara manfaatnya terhadap peningkatan produktivitas belum sepenuhnya terbukti dalam data statistik," ujar Igor Sechin.
Di Indonesia, adopsi AI berjalan sangat masif.
Laporan Microsoft dan LinkedIn Work Trend Index 2024 mencatat 92% knowledge workers di Indonesia telah menggunakan AI generatif.
Sementara itu, riset AWS dan Strand Partners 2025 menunjukkan 28% atau 18 juta bisnis di Indonesia telah mengadopsi solusi AI.
Namun, riset tersebut mengungkapkan 76% bisnis di Indonesia masih menggunakan AI untuk kebutuhan dasar.
Temuan IBM 2025 menegaskan bahwa tantangan infrastruktur serta keamanan siber tetap menjadi pekerjaan rumah utama.
Tantangan ini berdampak langsung pada sektor kelistrikan akibat konsumsi daya pusat data yang diperkirakan melonjak menjadi 1.200 TWh pada 2035.
>>> Sora Choi Pamer Baby Bump di Runway Chanel Métiers d'Art 2026
Merespons kebutuhan digital tersebut, RUPTL PLN 2025-2034 telah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW.
Update Terbaru
Danantara Puji Transformasi Jasamarga: Luar Biasa
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB
Zulhas: Penyaluran Bansos di Koperasi Merah Putih Mulai September 2026
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB
KPK Periksa Pejabat Kemenhut dan ATR/BPN soal Pelepasan Hutan Kuansing
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB
Kendaraan Baru Tanpa Pelat Nomor Dipakai di Jalan, Boleh atau Tidak?
Jumat / 24-07-2026, 09:42 WIB
Netanyahu Yakin Pakta Nuklir AS-Saudi Buka Jalan Normalisasi dengan Riyadh
Jumat / 24-07-2026, 09:42 WIB
Arti Kedipan Mata Kucing: Tanda Sayang atau Masalah Kesehatan?
Jumat / 24-07-2026, 09:39 WIB
De La Fuente Kecam Keributan Usai Final Piala Dunia 2026
Jumat / 24-07-2026, 09:39 WIB
Prabowo Klaim Hentikan Kebocoran Anggaran, Hemat Rp300 Triliun
Jumat / 24-07-2026, 09:39 WIB
Dokter IGD RSUD Sampang Ditangkap saat Pakai Sabu Bareng Jukir
Jumat / 24-07-2026, 09:38 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke 6.255, 369 Saham Tertekan
Jumat / 24-07-2026, 09:38 WIB
2 Orang Ditikam di New York, Mamdani Sebut Perbuatan Tercela
Jumat / 24-07-2026, 09:38 WIB
Rupiah Loyo ke Level Rp17.979 per Dolar AS Pagi Ini
Jumat / 24-07-2026, 09:37 WIB
Johnny Depp Kejutkan Penggemar di San Diego Comic-Con
Jumat / 24-07-2026, 09:37 WIB
Pakar Ungkap Penyebab Malam Lebih Dingin Saat Kemarau
Jumat / 24-07-2026, 09:37 WIB







