"Aku enggak pernah ke psikiater, enggak pernah minum obat psikiater. Sekarang lebih ke pola makan.

Sebisa mungkin 2 atau 3 jam perut jangan kosong, harus selalu makan walaupun hanya biskuit.

Karena kalau perut kosong 4 jam aja, itu udah mulai eror lagi, udah mulai deg-degan dan panik," tuturnya.

Proses penyembuhan juga didorong oleh faktor lingkungan terdekat. Kehadiran buah hatinya yang masih kecil menjadi sumber kekuatan terbesar karena mengalihkan pikirannya pada hal-hal positif.

"Support system selain Mamah, keluarga kecil aku yang pastinya. Dan setelah ada anak aku yang kecil ini, alhamdulillah semua berjalan dengan baik.

>>> Jetour Resmi Luncurkan SUV T1 di Indonesia, Tawarkan Varian ICE dan PHEV

Jadi kan pikiran aku tuh sibuk ngurusin anak, ngurusin anak, ngurusin anak. Jadi lebih ada kegiatan," pungkas Jelita.