Pedangdut Jelita Bahar mengungkapkan bahwa dirinya sempat vakum dari panggung hiburan karena harus berjuang melawan gangguan kecemasan atau anxiety yang dipicu oleh penyakit GERD.

Informasi tersebut disampaikan langsung di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6/2026).

>>> Airlangga Hartarto Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa ke Level Terendah

Saat ini, kondisi kesehatan Jelita sudah mengalami kemajuan signifikan. Ia mengaku tingkat kesembuhannya telah mencapai sekitar 85 persen.

"Sebenarnya sih anxiety aku sudah membaik ya kalau sekarang. Aku bersyukurnya sekarang sudah semakin membaik, udah sekitar 85 persen lah," ungkap Jelita.

Gejala penyakit asam lambung sebenarnya sudah dirasakan sejak tahun 2011 sebelum berkembang menjadi GERD.

Namun, dampak psikologis berupa gangguan kecemasan yang berat baru disadari setelah ia bergabung dengan komunitas sesama penderita pada tahun 2019.

Penyakit ini berdampak besar pada karier musiknya karena menimbulkan kepanikan saat berada di keramaian.

"Semenjak aku anxiety itu kan aku udah enggak bisa lagi nyanyi. Aku ngerasa kayak takut mati, setiap ngelakuin apa pun aku takut.

Kalau di tempat ramai enggak bisa, langsung deg-degan, mau pingsan, lemas, dan panik pokoknya," jelas Jelita.

Salah satu serangan kepanikan terparah terjadi ketika ia terjebak kemacetan di jalan tol.

>>> TVS Motor Ajak Pengemudi Ojek Online Riding iQube S di Bandung

Saat itu, gejala sesak napas parah membuatnya panik dan meminta ibunya mencari jalan keluar menuju rumah sakit terdekat.

Dalam proses pemulihan, Jelita memilih untuk tidak mengonsumsi obat-obatan dari psikiater karena menghindari risiko ketergantungan. Ia lebih fokus pada pengelolaan pola hidup sehat dan menjaga keteraturan jadwal makan.