Harga Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan di kisaran US$ 62.000, turun sekitar US$ 20.000 dari titik tertingginya pada pertengahan Mei 2026 yang sempat mencapai US$ 82.000.

Penurunan ini dipicu oleh tekanan geopolitik global serta ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

>>> Ariana Grande Resmi Gelar Eternal Sunshine Tour Setelah 7 Tahun Vakum

Pergerakan nilai aset kripto tersebut sangat dipengaruhi oleh dinamika politik global dan proyeksi moneter The Fed.

Pada Minggu (7/6/2026), harga Bitcoin sempat melonjak 5 persen sebagai respons terhadap pernyataan terbaru Donald Trump mengenai situasi di Timur Tengah.

Pasar finansial menilai pernyataan Trump sebagai indikasi kuat adanya niat nyata dari presiden AS untuk merampungkan kesepakatan damai, terlepas dari sikap Israel.

>>> Komdigi Terbitkan Aturan Logistik Hijau demi Ekosistem Pos Berkelanjutan

Namun, penurunan Bitcoin dari puncaknya sejalan dengan memudarnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek gencatan senjata dan merosotnya ekspektasi pemangkasan suku bunga sejak pertengahan Mei.

Arah pergerakan harga Bitcoin pada Juni 2026 akan bergantung pada sinyal kebijakan The Fed dalam rapat yang dijadwalkan pada 17-18 Juni 2026.

>>> Bareskrim Periksa Manajemen DWP Terkait Promosi Whip Pink

Pasar menunggu apakah The Fed akan menahan atau menaikkan suku bunga acuan, yang akan mempengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.