Jemaah haji asal Indonesia mulai ramai mendatangi kawasan Al Balad di Jeddah, Arab Saudi, untuk membeli buah tangan setelah menyelesaikan seluruh prosesi puncak ibadah haji.

Al Balad dulunya merupakan wilayah pelabuhan di Jeddah yang kini bertransformasi menjadi pusat pertokoan. Di dalamnya terdapat kawasan kota tua Jeddah yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 18.187 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Para jemaah tampak memenuhi jajaran toko di sepanjang rute Al Balad. Berbagai oleh-oleh ditawarkan, mulai dari pakaian abaya, tasbih, aneka rempah, hingga minyak wangi.

Selain berbelanja, pengunjung juga bisa menyusuri area sekitar untuk mencicipi kuliner khas Jeddah, termasuk makanan Indonesia seperti bakso dan mi ayam.

Seorang jemaah asal Indonesia, Juli Darni (54), mengaku suasana perdagangan di Al Balad tidak jauh berbeda dengan pasar di Indonesia.

Ia juga menikmati kemudahan berkomunikasi karena banyak pedagang yang bisa berbahasa Indonesia.

"Bahasa Indonesia mereka oke. Jadi untuk beli, harga masih bisa negosiasi, masih bisa tawar-menawar," kata Juli.

Ia membeli beberapa paket perlengkapan ibadah untuk keluarganya di Indonesia.

>>> Sektor Properti Berguguran Saat IHSG Melemah ke Level 5.342

Hal senada disampaikan Ali Hadi, jemaah asal Medan. "Di sini penjualnya pintar bahasa Indonesia, jadi kita mau nawar pun enak," ujarnya.

Ali menambahkan bahwa Al Balad menawarkan atmosfer berbeda dari Makkah dan Madinah.

"Kalau Makkah terasa religius kotanya, kalau di sini cukup ramai kotanya (untuk belanja)," tutur Ali.

Pesona Arsitektur Kota Tua

Di samping berburu oleh-oleh, pengunjung juga bisa melihat keindahan bangunan kuno berciri khas pesisir Laut Merah.

Jendela rawashin dan ornamen kayu yang unik menjadi bukti nilai seni arsitektur Jeddah masa lalu.

Di area kota tua terdapat jalur hajj route atau rute haji yang konon digunakan jemaah zaman dahulu yang tiba dengan kapal laut untuk melanjutkan perjalanan ke dua kota suci.

>>> Pemerintah Alihkan Minyakita untuk Pasar Rakyat, Bukan Bantuan Pangan

Karena sejarah ini, Al Balad dikenal sebagai Gerbang Makkah.