Pemkot Bandung Lelang Ulang Pengelolaan Bandung Zoo Senilai Triliunan Rupiah
Pemerintah Kota Bandung kembali membuka lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo.
Langkah ini diambil setelah tiga calon pengelola mengajukan negosiasi ulang terkait nilai komitmen kerja sama yang mencapai angka triliunan rupiah.
>>> OpenAI Rombak ChatGPT Jadi Asisten AI Serbabisa
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hambatan dalam proses tender aset daerah tersebut di Balai Kota Bandung pada Senin (8/6/2026).
Nilai investasi jangka panjang untuk hak pengelolaan selama 26 tahun sangat besar, mengingat omzet tiket masuk Bandung Zoo mencapai Rp 26 miliar per tahun berdasarkan audit terakhir.
Tingginya nilai Kerja Sama Pengelolaan (KSP) mendorong peserta lelang untuk menawar kembali nominal kesepakatan finansial. Hal ini berakibat pada pengulangan seluruh proses administrasi tender.
"Kendalanya adalah mengenai komitmen nilai. Ini aset nilainya tinggi sekali.
Hitung-hitungan sih. Kalau lelang ini teh kan ya serius sekali, itu hitungannya besar sekali," kata Farhan.
Negosiasi angka penawaran yang diajukan investor mengharuskan pemerintah daerah membuka kembali pendaftaran dari awal demi memenuhi regulasi tata kelola aset publik.
"Jadi nego, nego, nego, ketika mereka mau mengubah angka yang ditawarkan itu teh harus mengajukan lelang ulang, kita administrasikan.
>>> Badan Gizi Nasional Rombak Program Makan Bergizi Gratis dengan Empat Langkah
Sementara waktu makin pendek," ungkap Farhan.
Meskipun tahapan administrasi lebih panjang, pemerintah optimistis proses ini berjalan lancar hingga penandatanganan kontrak kerja sama. "Jadi, Bismillah lah," pungkas Farhan.
Dari sejumlah lembaga konservasi yang mendaftar pada lelang pertama, proses seleksi kini mengerucut menjadi tiga kandidat kuat. Ketiganya adalah Gembira Loka, Faunaland dari Jakarta, dan Taman Safari.
Farhan menjelaskan bahwa ketiga calon telah melalui proses administrasi dan negosiasi ulang. "Jadi ini mah tinggal urusan administrasi aja.
Tiga calon kuat itu yang pertama ada Gembira Loka. Kemudian dari Faunaland dari Jakarta, terus Taman Safari," imbuhnya.
Proses lelang ulang sudah berjalan sejak pengumuman tender pada 26 Mei 2026 dan pemberian penjelasan pada 3 Juni 2026.
Peserta menyerahkan dokumen penawaran pada 4 Juni 2026, dilanjutkan pelaksanaan tender pada 8 Juni 2026.
>>> Perhapi Dukung Rencana Pembentukan Bursa Komoditas Mineral Nasional
Tahapan berikutnya adalah penetapan mitra pengelola pada 9 Juni 2026, sebelum penandatanganan kontrak kerja sama resmi pada 12 Juni 2026.
Update Terbaru
Danantara Puji Transformasi Jasamarga: Luar Biasa
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB
Zulhas: Penyaluran Bansos di Koperasi Merah Putih Mulai September 2026
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB
KPK Periksa Pejabat Kemenhut dan ATR/BPN soal Pelepasan Hutan Kuansing
Jumat / 24-07-2026, 09:43 WIB
Kendaraan Baru Tanpa Pelat Nomor Dipakai di Jalan, Boleh atau Tidak?
Jumat / 24-07-2026, 09:42 WIB
Netanyahu Yakin Pakta Nuklir AS-Saudi Buka Jalan Normalisasi dengan Riyadh
Jumat / 24-07-2026, 09:42 WIB
Arti Kedipan Mata Kucing: Tanda Sayang atau Masalah Kesehatan?
Jumat / 24-07-2026, 09:39 WIB
De La Fuente Kecam Keributan Usai Final Piala Dunia 2026
Jumat / 24-07-2026, 09:39 WIB
Prabowo Klaim Hentikan Kebocoran Anggaran, Hemat Rp300 Triliun
Jumat / 24-07-2026, 09:39 WIB
Dokter IGD RSUD Sampang Ditangkap saat Pakai Sabu Bareng Jukir
Jumat / 24-07-2026, 09:38 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke 6.255, 369 Saham Tertekan
Jumat / 24-07-2026, 09:38 WIB
2 Orang Ditikam di New York, Mamdani Sebut Perbuatan Tercela
Jumat / 24-07-2026, 09:38 WIB
Rupiah Loyo ke Level Rp17.979 per Dolar AS Pagi Ini
Jumat / 24-07-2026, 09:37 WIB
Johnny Depp Kejutkan Penggemar di San Diego Comic-Con
Jumat / 24-07-2026, 09:37 WIB
Pakar Ungkap Penyebab Malam Lebih Dingin Saat Kemarau
Jumat / 24-07-2026, 09:37 WIB







