Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan Program Makan Bergizi Gratis melalui empat langkah utama pada Senin, 8 Juni 2026.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi anggaran, serta pemerataan manfaat pelayanan di seluruh wilayah Indonesia.

>>> Perhapi Dukung Rencana Pembentukan Bursa Komoditas Mineral Nasional

Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyatakan fokus saat ini adalah memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

"Kami melakukan penataan pelaksanaan program agar kualitas layanan dapat terus ditingkatkan," ujar Nanik.

Empat Langkah Perbaikan

Langkah pertama adalah penajaman sasaran penerima manfaat kepada kelompok prioritas, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita untuk mencegah stunting sejak dini.

Kedua, BGN menghentikan sementara pembangunan dapur baru dan mengoptimalkan fungsi operasional fasilitas yang sudah tersedia.

>>> Kemendag Terbitkan Tiga Regulasi Ekspor SDA Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia

Ketiga, BGN memperketat pembinaan serta standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi demi menjamin keamanan pangan.

Langkah keempat adalah penguatan tata kelola program melalui integrasi data dan sistem informasi yang lebih mutakhir.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan peningkatan sistem pengendalian internal, validasi data, serta pengembangan sistem yang lebih terukur dan akuntabel menjadi instrumen utama.

Penataan ini juga diarahkan untuk mengatasi ketimpangan pelayanan karena mayoritas dapur masih terpusat di kawasan aglomerasi.

>>> Belkin Luncurkan iPad Case Bertema Lilypad Toy Story 5 di India

BGN kini menyiapkan skema adaptif dengan mengoptimalkan kantin sekolah, dapur umum, dan fasilitas komunitas untuk memperluas jangkauan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).