Ekuitas LKM Konvensional Turun Jadi Rp 371,74 Miliar per April 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total ekuitas gabungan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) konvensional berbadan hukum PT dan koperasi mengalami penurunan.
Per April 2026, ekuitas tercatat sebesar Rp 371,74 miliar, menyusut dibandingkan periode sebelumnya.
>>> Rawat Baterai Mobil Hybrid Setiap 8 Bulan untuk Jaga Performa
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengungkapkan penurunan ini dipicu oleh kerugian berjalan yang dialami sebagian pelaku usaha.
"Adapun LKM konvensional berbadan hukum koperasi terkontraksi 8,73% YoY, menjadi sebesar Rp 45,19 miliar per April 2026," jelasnya dalam RDK OJK, Minggu (7/6).
Sementara itu, ekuitas LKM berbentuk PT turun 7,10 persen secara year-on-year menjadi Rp 326,55 miliar.
OJK menilai penurunan performa ini memerlukan peningkatan tata kelola, manajemen risiko, dan efisiensi operasional. "Ditambah, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung peningkatan kinerja dan permodalan," kata Agusman.
Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu, modal gabungan industri ini menyusut 3,06 persen dari Rp 383,48 miliar.
Namun, secara bulanan, ekuitas per April 2026 tumbuh tipis 2,49 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar Rp 362,72 miliar.
>>> 4 Cara Kelola Pengeluaran Dompet Digital Agar Tetap Hemat
Faktor Kerugian dan Non Performing Loan
Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Mikro Syariah Indonesia (Aslindo) membenarkan bahwa kerugian menjadi pemicu utama susutnya ekuitas.
Ketua Umum Aslindo, Burhan, menyatakan hal ini akan mengurangi cadangan umum bagi PT atau pemupukan Sisa Hasil Usaha (SHU) bagi koperasi.
Tingginya Non Performing Loan (NPL) menyebabkan pembengkakan biaya risiko kredit di tengah penurunan penyaluran pembiayaan. Aslindo mendorong penguatan ekspansi ke sektor ultra mikro dengan batas maksimal tertentu.
"Sebab, nilai pinjaman tersebut lebih kecil tingkat risikonya," ujar Burhan.
Skema penjaminan kredit dan pengikatan agunan menjadi opsi strategis untuk memperkuat posisi industri.
>>> Persija Gandeng Shin Tae-yong untuk Bangun Fondasi Proyek Jangka Panjang
OJK mencatat total penyaluran pinjaman LKM konvensional mencapai Rp 1,01 triliun per April 2026, terkontraksi 4,72 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar Rp 1,06 triliun.
Update Terbaru
Assassin's Creed Black Flag Resynced Laku 3,5 Juta Unit dalam 2 Pekan, Lampaui Target Tahunan Ubisoft
Jumat / 24-07-2026, 03:53 WIB
George R.R. Martin Kembali Menulis, Novella Keempat Dunk and Egg dalam Pengerjaan
Jumat / 24-07-2026, 03:53 WIB
Gavin Williams Catat Immaculate Inning Lawan Minnesota Twins
Jumat / 24-07-2026, 03:53 WIB
Trump Ajak 23 Gubernur Republikan Teken Janji Lindungi Konsumen dari Lonjakan Biaya Listrik Data Center
Jumat / 24-07-2026, 03:50 WIB
Ahli Darurat Rekomendasikan Perlengkapan Penting untuk Musim Badai
Jumat / 24-07-2026, 03:50 WIB
Jose Ramirez Kembali, Twins Kalahkan Guardians 10-6
Jumat / 24-07-2026, 03:49 WIB
Mantan Guard NBA Ty Lawson Ditangkap karena Mencuri di Colorado
Jumat / 24-07-2026, 03:49 WIB
FF Beta OB55: Jadwal Buka, Cara Daftar, dan Keuntungan Bergabung
Jumat / 24-07-2026, 03:49 WIB
Power Strip Split-Design Anker Atasi Kekacauan Kabel di Meja
Jumat / 24-07-2026, 03:49 WIB
Detektif Swasta Diusir dari Sidang Kasus Pembunuhan D4vd
Jumat / 24-07-2026, 03:49 WIB
Albemarle County Luncurkan Program Bantuan Perumahan untuk Pegawai Pemerintah
Jumat / 24-07-2026, 03:48 WIB
Ibu Anak Maduka Okoye Siap Gugat Atas Dugaan DM Palsu
Jumat / 24-07-2026, 03:48 WIB
Jason Alexander Donasi Rp15 Ribu ke Yayasan Favorit Courtney Stodden
Jumat / 24-07-2026, 03:48 WIB
Penumpang Bantah Petugas ICE dalam Bahaya Saat Penembakan di Texas
Jumat / 24-07-2026, 03:45 WIB







