Sebanyak 48 pelajar Indonesia yang mengikuti program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) 2025-2026 resmi kembali ke Tanah Air pada Senin (8/6/2026).

Mereka menyelesaikan masa pertukaran pelajar selama 10 bulan di Amerika Serikat (AS).

>>> Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia Diingatkan Risiko Kegagalan Operasional

Selama di AS, para siswa tinggal bersama keluarga angkat dan bersekolah di sekolah menengah setempat.

Program ini bertujuan membangun hubungan antarmasyarakat kedua negara sejak usia muda.

Duta Budaya dan Pemimpin Masa Depan

Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Peter Haymond, mengatakan para peserta menjalani orientasi dan satu tahun ajaran penuh.

Program unggulan Pemerintah AS ini telah berjalan 23 tahun dan memiliki hampir 2.000 alumni di Indonesia.

"Tahun ini ada 48 siswa yang berangkat ke AS.

Mereka tinggal bersama keluarga Amerika selama satu tahun ajaran penuh dan mendapatkan pengalaman langsung sebagai remaja Amerika," kata Haymond.

>>> Investor Jepang Lepas Saham Asing Rp 270 Triliun pada Mei

Para siswa juga berperan sebagai duta budaya untuk memperkenalkan Indonesia kepada warga AS.

Sepulangnya, mereka diharapkan membawa perspektif baru tentang kehidupan di AS kepada lingkungan sekitarnya.

Haymond berharap para alumni tetap menjalin hubungan dengan keluarga angkat dan teman-teman di AS.

Hubungan personal ini dinilai sebagai fondasi penting bagi hubungan bilateral Indonesia-AS di masa depan.

Ketua Dewan Yayasan Bina Antarbudaya, Asmir Agoes, menyatakan program ini menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.

Setelah kembali, para alumni diarahkan masuk ke jaringan resmi dan melakukan kontribusi sosial di daerah asal.

>>> Huawei: Pembatasan Ekspor Chip AS Pacu Kemandirian Industri China

"Kami membangun mereka sebagai pemimpin masa depan. Program ini melibatkan siswa, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat," ujar Asmir.