Pembatasan ekspor teknologi strategis oleh Amerika Serikat dinilai justru mempercepat perkembangan industri semikonduktor dalam negeri China.

Industri teknologi China kini meningkatkan investasi riset secara masif demi membangun rantai pasok mandiri.

>>> Platform Aset Digital FLOQ Raih Investasi US$ 11,3 Juta dari Investor Strategis

Langkah pemblokiran yang berlangsung sejak 2019 itu awalnya membatasi akses Huawei terhadap komponen chip canggih, perangkat lunak desain, hingga sistem operasi Google.

Meski sempat memukul bisnis ponsel pintarnya, tekanan dari Washington diakui memicu transformasi besar bagi ekosistem teknologi domestik.

Pernyataan Chairman Huawei

Peningkatan kapabilitas teknologi ini dikonfirmasi langsung oleh petinggi produsen teknologi terbesar asal China yang menjadi pusat perhatian dalam persaingan geopolitik tersebut.

>>> Daikin Resmikan Showroom Baru di BSD Tangerang untuk Pasar Premium

"Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri China berinvestasi lebih besar dalam inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang Hua, Chairman Huawei.

Pemerintah AS menerapkan pembatasan ekspor dengan alasan menjaga keamanan nasional dan mencegah pemanfaatan teknologi canggih oleh militer China.

>>> 21 Wonderkid Terbaik yang Diprediksi Bersinar di Piala Dunia 2026

Di sisi lain, Liang Hua menyatakan bahwa kemampuan teknologi dalam negeri China saat ini terus berkembang pesat dan semakin mampu bersaing dengan produk luar negeri di tengah berbagai tantangan yang ada.