Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia Diingatkan Risiko Kegagalan Operasional
Rencana pemerintah mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai badan eksportir tunggal sumber daya alam menuai sorotan.
Langkah ini dinilai memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah risiko kegagalan operasional yang besar.
>>> Investor Jepang Lepas Saham Asing Rp 270 Triliun pada Mei
Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai upaya pemerintah menutup kebocoran devisa hasil ekspor SDA merupakan langkah positif.
Namun, tantangan utama terletak pada aspek pengawasan sistem dan integritas sumber daya manusia, bukan pada struktur perdagangan ekspornya.
Penunjukan PT DSI sebagai eksportir tunggal untuk seluruh komoditas SDA dikhawatirkan dapat mengganggu iklim bisnis.
Kompleksitas transaksi ekspor komoditas Indonesia sangat besar dan melibatkan ribuan pembeli serta berbagai mekanisme perdagangan internasional.
Kebijakan ini juga diproyeksikan memicu ketidakpastian ekonomi yang dapat menggerus kepercayaan pelaku usaha dan investor global.
Jika proses birokrasi ekspor di Indonesia menjadi rumit, importir dunia memiliki banyak alternatif untuk beralih ke negara pemasok lain.
"Importir global memiliki banyak pilihan pemasok. Jika proses ekspor Indonesia menjadi lebih rumit atau tidak memberikan kepastian, mereka akan beralih ke negara lain.
Dampaknya bisa berupa penurunan investasi, penurunan volume ekspor, dan berkurangnya daya saing Indonesia," ujar Wijayanto.
Dampak negatif dari regulasi ini juga berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, khususnya sekitar 2,5 hingga 2,7 juta keluarga petani sawit rakyat.
Skema ekspor tunggal ini berisiko menurunkan harga di tingkat petani pada tahap awal, yang kemudian diikuti dengan penurunan volume perdagangan.
"Pada akhirnya, petani menjadi pihak yang paling rentan merasakan dampaknya," kata dia.
>>> Huawei: Pembatasan Ekspor Chip AS Pacu Kemandirian Industri China
Update Terbaru
Xi Jinping Kunjungi Kim Jong Un di Pyongyang, Tegaskan Komitmen Bilateral
Senin / 08-06-2026, 17:48 WIB
Kemenkes Proyeksikan Kebutuhan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Meningkat
Senin / 08-06-2026, 17:48 WIB
Pencairan PKH Tahap 2 Berakhir Juni 2026, Kemensos Imbau KPM Cek Status
Senin / 08-06-2026, 17:48 WIB
NASA dan Prada Rancang Pakaian Dalam Khusus untuk Misi Artemis IV
Senin / 08-06-2026, 17:44 WIB
Kombinasi Sentimen Negatif Tekan Harga Bitcoin, Analis Ungkap Peluang Rebound
Senin / 08-06-2026, 17:44 WIB
Widya Wirayanti Rilis EP Perdana The Therapy Called Love di Hari Ulang Tahun
Senin / 08-06-2026, 17:44 WIB
Harry Styles Traktir Semua Pesanan di Dua Kafe Amsterdam
Senin / 08-06-2026, 17:41 WIB
United E-Motor Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 dengan Diskon hingga 50 Persen
Senin / 08-06-2026, 17:41 WIB
Park Bo Young Tanggapi Hujatan karena Bicara soal Protes Kekurangan Surat Suara
Senin / 08-06-2026, 17:41 WIB
Kemenhaj Evaluasi Operasional Haji setelah Pulangkan 47.012 Jemaah
Senin / 08-06-2026, 17:40 WIB
UMKM Roti Asal Klaten Sukses Tembus Pasar Ekspor Dubai
Senin / 08-06-2026, 17:40 WIB
Dinas Pendidikan DKI Jakarta Rilis Jadwal Sekolah Swasta Gratis 2026
Senin / 08-06-2026, 17:40 WIB
Pemerintah Longgarkan Pembatasan Produksi Batu Bara dalam RKAB 2026
Senin / 08-06-2026, 17:40 WIB
Fortinet Indonesia Ingatkan Risiko Serangan Siber pada Infrastruktur Kritikal
Senin / 08-06-2026, 17:39 WIB






