Manajemen baru PT Pos Indonesia melaporkan hasil audit berupa penyesuaian pembukuan senilai Rp9 triliun untuk periode 2023, 2024, dan 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.

>>> MK Wajibkan Operator Seluler Sediakan Layanan Hindari Kuota Hangus

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi, pada Rabu (22/7).

Pertemuan itu membahas langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan.

Transformasi mencakup tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis. Dony menegaskan bahwa perubahan harus dilakukan secara serius dan menyentuh akar persoalan.

Fokus pada Penataan Keuangan

"Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles," ujar Dony dalam keterangan resmi BP BUMN.

Pembenahan difokuskan pada strategi penataan keuangan yang efektif dan efisien guna mengurangi beban biaya.

>>> IHSG Merosot ke 6.315 Kamis Sore, 299 Saham Merah

Salah satu inisiatif adalah meninjau struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Dony menekankan bahwa setiap langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis dan memiliki target terukur. "Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya.

Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost," tegasnya.

BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia dapat memperkuat fundamental, memulihkan kesehatan keuangan, serta meningkatkan daya saing.

>>> Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Perlintasan Bantul

Dengan demikian, perusahaan mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi negara.