Presiden Prabowo Subianto menanggapi gelombang protes dan pandangan lembaga internasional mengenai penurunan kualitas demokrasi serta penguatan peran militer di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara pada Senin (8/6/2026). Kepala Negara menegaskan bahwa sistem demokrasi tetap dipercayai sebagai jalur terbaik meskipun belum sempurna.

>>> Pemerintah Sempurnakan Kebijakan Pajak UMKM Lewat PP 20/2026

"Oleh karena itulah saya mengikuti proses demokrasi. Saya mencalonkan diri sebagai presiden bukan sekali, bukan dua kali, melainkan lima kali sejak 2004.

Pada 2004, 2009, 2014, 2019, dan baru menang pada 2024," ujar Prabowo.

Peran Militer dalam Pembangunan

Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan personel TNI dan Polri merupakan respons terhadap tuntutan masyarakat yang menginginkan penanganan cepat.

>>> Menteri Perdagangan Terbitkan Permendag Baru Atur Sektor E-Commerce

Aparat keamanan dikerahkan untuk membantu berbagai program pembangunan, mulai dari pemulihan wilayah Sumatra pascabanjir, infrastruktur jembatan, hingga ketahanan pangan.

Presiden juga menekankan keterbukaannya terhadap media. "Saya terbuka untuk berinteraksi dengan media.

>>> Bank Danamon Salurkan Fasilitas Modal Kerja ke Akulaku Finance

Mungkin saya adalah presiden Indonesia pertama yang duduk untuk wawancara tanpa naskah selama empat jam—bukan sekali, melainkan dua kali," ujarnya.