Permainan susun balok Lego memiliki segudang manfaat untuk menunjang tumbuh kembang kognitif otak serta keterampilan motorik anak.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari HaiBunda pada Senin (8/6/2026), aktivitas ini juga mampu melatih kemampuan visual spasial anak sejak dini.

>>> Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Said Iqbal sebagai Penasihat Ketenagakerjaan

Kecerdasan visual spasial yang diasah melalui permainan ini dinilai menjadi modal penting untuk mendukung masa depan anak.

Potensi profesi yang membutuhkan kemampuan ini di antaranya adalah perancang busana dan arsitek.

Melatih Visual Spasial dan Ketekunan

Psikolog Keluarga, Pritta Tyas menjelaskan bahwa proses melatih kemampuan visual spasial terjadi ketika anak melihat buku panduan permainan.

Mereka secara otomatis akan membayangkan bagaimana cara merangkai balok-balok tersebut menjadi satu kesatuan.

"Saat main lego, ada satu proses yang dapat melatih kemampuan visual spasial. Ketika anak melihat buku panduan bermain, dia akan membayangkan bagaimana merangkai Lego," kata Pritta Tyas.

Aktivitas menyusun Lego juga melatih ketekunan anak. Karakter pantang menyerah ini terbentuk karena anak memiliki kecenderungan untuk menyelesaikan susunan baloknya hingga selesai.

"Itu adalah bentuk dari kecerdasan visual spasial, yang dapat menjadi modal utama beberapa profesi, seperti desainer dan arsitek," sambung Pritta Tyas.

Menurut Pritta Tyas, bagi anak-anak yang memiliki karakter aktif secara natural, permainan ini efektif untuk melatih persistensi.

Keberhasilan menyelesaikan susunan Lego akan menjadi penghargaan tersendiri bagi anak sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka.

"Untuk anak-anak yang tipenya secara natural aktif, bermain Lego ini dapat melatih persistensi.

Ketika Lego sudah jadi, itu biasa menjadi suatu reward buat anak atau membuatnya percaya diri," ungkap Pritta Tyas.