Manfaat Lego: Tingkatkan Motorik dan Kognitif Anak
Tiga Manfaat Utama dari Studi LEGO Play Well 2026
Studi LEGO Play Well 2026 menjabarkan tiga manfaat utama bagi anak, yaitu melatih kreativitas, mengasah kemampuan memecahkan masalah, dan membentuk ketangguhan.
Anak diberikan kebebasan untuk berimajinasi membuat bentuk baru di luar buku panduan.
"Apa yang dilatih dari anak-anak saat bermain Lego itu adalah kreativitasnya. Ketika dia melihat hamparan Lego brick, pertama dia akan mengikuti langkah-langkahnya.
Tapi lama-lama, anak bisa membuat yang lain sendiri," ungkap Pritta Tyas.
>>> Iran Pangkas Harga Minyak Mentah ke China Demi Tarik Kilang Independen
Masalah yang sering dihadapi anak saat bermain biasanya berupa kesulitan menyusun atau mencari bagian-bagian kecil Lego.
Melalui kendala tersebut, anak ditantang untuk mencari jalan keluar sendiri.
"Kalau main ini, biasanya kita ketemu masalah pada bagian-bagian kecil Lego, entah itu salah pasang atau bagiannya sulit ditemukan.
Tapi, itu semua dapat melatih kemampuan anak memecahkan masalah, di mana pada akhirnya anak bisa menemukan jalan keluarnya," ujar Pritta Tyas.
Proses pemecahan masalah secara mandiri ini secara perlahan memupuk ketangguhan anak agar tidak mudah menyerah.
Karakter tangguh tersebut dibentuk melalui metode bermain yang menyenangkan, bukan dengan cara dibentak.
"Untuk membuat anak tangguh itu bukan dibentak ya, tapi bisa dengan bermain. Ketangguhan ini adalah skill yang dibutuhkan dan bisa dilatih," kata Pritta Tyas.
Pentingnya Pendampingan Orang Tua
Studi tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua untuk mendampingi anak bermain minimal 5 jam per minggu.
Waktu ideal tersebut dapat dibagi menjadi 15 hingga 20 menit setiap harinya tanpa terdistraksi oleh ponsel.
"Dalam satu minggu minimal orang tua menghabiskan waktu 5 jam untuk anaknya. Kalau punya dua anak, idealnya one on one tetap perlu spend time.
Dari 5 jam ini dapat diatur, misalnya sehari itu 15 sampai 20 menit, dan kalau bisa orang tua tidak sambil main handphone ya," ungkap Pritta Tyas.
Pendampingan intensif dari orang tua pada usia berapa pun berfungsi membangun kedekatan dan kepercayaan anak.
Hubungan emosional yang kuat ini diklaim dapat membentengi anak dari pengaruh buruk lingkungan luar serta ketergantungan pada gawai.
"Mendampingi anak di usia berapa pun itu dapat membangun koneksi dan trust (kepercayaan).
>>> SpaceX Alokasikan 30% Saham IPO untuk Investor Ritel, Nilainya US$ 22,5 Miliar
Koneksi ini juga yang menyelamatkan anak dari pergaulan tidak baik dan godaan screen time," lanjut Pritta Tyas.
Update Terbaru
Cek Bansos PKH 2026 Tahap 3 Lewat HP Tanpa Aplikasi, Cukup Pakai NIK KTP
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
Panin Dai-ichi Life Integrasikan Layanan Prodia di Aplikasi Connect
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
30 Perusahaan China Jajaki Investasi di RI, Potensi Kerja Sama Tembus Rp35,7 Triliun
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
Sandiaga Uno Investasi di MUTU, Bidik Peluang Ekonomi Hijau
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
Ombudsman: Pelayanan Publik Komdigi Bebas Maladministrasi Dua Tahun Beruntun
Jumat / 24-07-2026, 12:15 WIB
6 Rekomendasi Gaming Earbuds Terbaik Juli 2026
Jumat / 24-07-2026, 12:14 WIB
Profil 9 Pemain A Shop for Killers 2, Drakor Aksi Terbaru Lee Dong Wook
Jumat / 24-07-2026, 12:14 WIB
Viral! Warga Gandaria Utara Olah Sampah Dapur Jadi Kompos Pakai Gerobak Listrik
Jumat / 24-07-2026, 12:14 WIB
Argentina vs Mesir Pecahkan Rekor WhatsApp, 29 Juta Chat per Detik
Jumat / 24-07-2026, 12:14 WIB
Alasan Mitsubishi Rilis Xforce HEV Lebih Dulu dari Xpander Hybrid
Jumat / 24-07-2026, 12:14 WIB
Anime The World's Strongest Witch Umumkan Tambahan Pemeran dan Tanggal Tayang 7 Oktober
Jumat / 24-07-2026, 12:08 WIB
Cooper Flagg Resmi Bergabung dengan Dallas Mavericks
Jumat / 24-07-2026, 12:08 WIB
Tigers Kalahkan Royals 4-3 Berkat Aksi Heroik di Akhir Laga
Jumat / 24-07-2026, 12:07 WIB
Epic Games Store Berikan Foretales Gratis untuk Pengguna Mobile
Jumat / 24-07-2026, 12:07 WIB







