Pemerintah Buka Peluang Penyesuaian Kuota Produksi Batubara Nasional
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang penyesuaian kuota produksi batubara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Langkah ini diambil untuk memanfaatkan momentum penguatan harga komoditas global yang dipicu dinamika geopolitik internasional.
>>> Ketahui Perbedaan Day Trading dan Swing Trading Sebelum Memulai Investasi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pihaknya mencermati perkembangan pasar global secara mendalam sebelum menetapkan kebijakan.
"Kita memperhatikan betul kecenderungan geopolitik ketegangan di Timur Tengah dengan situasi harga global," ujarnya.
Pemerintah menilai optimalisasi volume produksi penting agar potensi keuntungan dari tren positif harga dapat dirasakan secara merata.
"Idealnya pemerintah, pengusaha, dan rakyat berkepentingan untuk harga bagus, produksi juga banyak. Supaya pengusaha untung, negara untung, rakyat dapat dampak positif," kata Bahlil.
Evaluasi kuota produksi pertambangan akan berjalan dinamis dan berkala untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan global. "Kita akan melakukan relaksasi terukur.
>>> KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet dan BNI City Beroperasi Akhir Tahun
Kalau harga bagus, produksi ditingkatkan. Kalau harga mentok, kebijakan menjaga supply and demand," jelas Bahlil.
Kebijakan peningkatan volume produksi dipastikan tidak mengganggu pemenuhan kewajiban pasokan dalam negeri (DMO). "Untuk domestik, semua akan dipenuhi.
Tidak ada persoalan di sektor PLN, pupuk, dan industri lainnya," tegas Bahlil.
Saat ini proyeksi kuota batubara nasional sekitar 600 juta ton, namun pemerintah belum membeberkan angka pasti target penambahan.
>>> PP Sentralisasi Ekspor Masih Jadi Beban Saham Komoditas
"Kita ingin mendapatkan harga baik dan devisa masuk. Nanti kita lihat perkembangannya," pungkas Bahlil.
Update Terbaru
Cordoba Jamu Sevilla FC di Trofeo Puertas de Cordoba Keempat
Jumat / 24-07-2026, 02:49 WIB
Bodycam Perlihatkan Deputi Placer County Nyaris Tertabrak Pengemudi Mabuk
Jumat / 24-07-2026, 02:49 WIB
Trump Tak Akan Hentikan Ekstradisi Kakak Beradik Tate ke Inggris
Jumat / 24-07-2026, 02:49 WIB
Indonesia Ajak Perusahaan China Tingkatkan Investasi di Sektor Bernilai Tambah Tinggi
Jumat / 24-07-2026, 02:48 WIB
Anggota DPR AS Olok-Olok Rencana AI 'Odyssey' Elon Musk
Jumat / 24-07-2026, 02:48 WIB
Soulja Boy Minta Tes DNA untuk Anak 3 Tahun, Akui Tak Yakin Jadi Ayah
Jumat / 24-07-2026, 02:47 WIB
Bidakara Jakarta Gelar Where Hope Begins Rayakan Hari Anak Nasional 2026
Jumat / 24-07-2026, 02:45 WIB
Penulis USA Today Bela Artikel Kontroversial soal Caitlin Clark
Jumat / 24-07-2026, 02:45 WIB
Investigasi Kematian Nolan Wells: Pemilik Kapal Izinkan Polisi Geledah, Seorang Wanita Bantah Bersamanya
Jumat / 24-07-2026, 02:44 WIB
Jennie BLACKPINK Rilis Single Solo Baru 'Less than a Lover' 24 Juli
Jumat / 24-07-2026, 02:37 WIB
HYOLYN Kembali dengan Mini Album Keempat 'OriginaLyn' dan Lagu Utama 'ChecK'
Jumat / 24-07-2026, 02:36 WIB
Ayah dan Anak Bos Pabrik Whip Pink Jadi Tersangka, Ini Alasannya
Jumat / 24-07-2026, 02:35 WIB
BRI Peduli Perkuat Karakter dan Wawasan Siswa di Hari Anak Nasional
Jumat / 24-07-2026, 02:35 WIB
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja, Jaringan Diburu
Jumat / 24-07-2026, 02:35 WIB







