PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka ini naik 12,55% dibandingkan periode sebelumnya.

Laba bersih perusahaan ikut terkerek 23,03% secara tahunan menjadi Rp 65,53 miliar. Sebelumnya, laba bersih IRRA tercatat Rp 53,3 miliar.

>>> SCG Chemicals Lepas Saham TPIA Senilai Rp19 Triliun

Manajemen IRRA mengungkapkan pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa lini bisnis utama. Produk diagnostik in vitro menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp 693,48 miliar.

Sektor alat kesehatan elektromedik steril menyumbang Rp 347,94 miliar.

Segmen alat kesehatan non-elektromedik berkontribusi Rp 52,88 miliar, dan kategori produk kesehatan penunjang lainnya Rp 5,91 miliar.

Strategi Ekspansi dan Tiga Pilar Bisnis

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif menyatakan pertumbuhan industri alat kesehatan mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.

Perusahaan akan terus memastikan kelancaran distribusi alat kesehatan di seluruh Indonesia.

>>> Waspada STNK Palsu Saat Beli Kendaraan Bekas dan Cara Membedakannya

IRRA menyiapkan tiga pilar strategi untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Pertama, peningkatan kapasitas penjualan dan perluasan jaringan distribusi ke wilayah potensial.

Kedua, perluasan kerja sama strategis dengan pihak swasta, lembaga pemerintah, dan prinsipal baru.

Ketiga, fokus pada penjualan produk alat kesehatan dalam negeri (AKD) milik grup sebagai upaya substitusi impor.

Perusahaan juga mulai mengintensifkan pengembangan teknologi medis mutakhir seperti minimally invasive surgery. Heru menambahkan fleksibilitas organisasi menjadi kunci menghadapi perubahan pasar yang dinamis.

Memasuki kuartal I-2026, permintaan pasar terhadap alat kesehatan steril dan instrumen deteksi penyakit masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.

>>> Sinergi Fiskal Moneter Diperkuat Jaga Stabilitas Rupiah

IRRA berkomitmen mendukung agenda transformasi kesehatan nasional.