Otoritas Lebanon dan Israel sempat menyatakan kesepakatan penghentian konflik pada 3 Juni setelah bernegosiasi di Washington. Langkah serupa juga disetujui pada April, namun bentrokan bersenjata tetap berlanjut.

Krisis pasokan global kian meruncing karena Teheran memblokir sebagian besar pengapalan melalui Selat Hormuz, jalur seperlima minyak dunia.

Washington turut menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

OPEC+ menyetujui kebijakan peningkatan produksi minyak untuk keempat kalinya dalam empat bulan terakhir pada Minggu. Namun, analis menilai kebijakan ini tidak akan berdampak besar.

Hambatan logistik di Selat Hormuz membuat mayoritas anggota OPEC+ kesulitan memenuhi target output. Kapasitas produksi Rusia juga dilaporkan mengikis akibat kerusakan infrastruktur.

>>> Florentino Perez Bidik Kvaratskhelia dengan Dana Rp2,4 Triliun

"Di pasar saat ini, dampak fisik dari keputusan seperti itu akan mendekati nol," kata kepala analisis geopolitik Rystad Energy, Jorge Leon, dalam catatan kepada klien.