Pebalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, melontarkan kritik tajam terhadap aksi nekat para rivalnya di MotoGP Hungaria 2026.

Insiden besar terjadi pada lap pembuka di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6).

>>> Campus League Basketball The Nationals 2026 Resmi Digelar di UPH

Kecelakaan beruntun dipicu oleh Jorge Martin yang kehilangan kendali saat mengerem. Ia menabrak Marco Bezzecchi dan menyeret Di Giannantonio, Fermin Aldeguer, serta Raul Fernandez.

Beruntung tidak ada korban cedera serius. Pengawas balapan menjatuhkan hukuman dua kali penalti putaran panjang kepada Martin sebagai pemicu tabrakan.

Di Giannantonio yang finis di peringkat ke-10 mendesak langkah tegas dari pengelola kejuaraan. Ia menekankan tingginya risiko keselamatan yang dihadapi pebalap saat ini.

"Pertama-tama, saya berharap semua orang selamat, itu yang terpenting," ujar Di Giannantonio dikutip dari Crash. Ia menegaskan seluruh kompetitor perlu mengubah cara berkendara.

"Kami tidak hanya mengambil risiko mengalami kecelakaan, tetapi juga membahayakan nyawa pebalap lain. Hari ini bisa jauh lebih buruk," tambahnya.

>>> Iran Hadapi Pembatasan Visa Ketat AS Menjelang Piala Dunia 2026

Faktor Aerodinamika dan Suhu Ban

Di Giannantonio mengakui faktor aerodinamika motor modern dan suhu ban depan yang cepat panas membuat aksi menyalip semakin sulit.

Akibatnya, pebalap memaksakan diri sejak awal start.

"Menurutku ini gila, aku harus berdoa sebelum balapan—bukan untuk balapan yang bagus, tapi untuk selamat setelah tikungan pertama," serunya.

MotoGP dikabarkan tengah mengkaji opsi perubahan formasi start menjadi dua pebalap per baris seperti Formula 1. Hal ini untuk mengurangi kepadatan di tikungan pertama.

>>> Spanyol dan Prancis Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026

Dengan tambahan poin dari balapan ini, Di Giannantonio kini menempati posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2026. Ia tertinggal 42 poin dari pemuncak klasemen Marco Bezzecchi.